https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Berita  

Pengamanan Humanis, Aksi Mahasiswa di Mabes Polri Berlangsung Aman dan Tertib

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kompassindonesianews.com
Jakarta – Aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah elemen mahasiswa di depan Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Jumat (27/2/2026) berhasil berjalan aman dan tertib. Kepolisian memastikan seluruh rangkaian kegiatan penyampaian pendapat tersebut tetap kondusif, tanpa menimbulkan kerusakan fasilitas publik maupun bentrokan fisik.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menekankan bahwa pengamanan dilakukan dengan pendekatan persuasif, mengedepankan prinsip humanis, dan tetap menghormati hak asasi manusia (HAM). Ia menegaskan bahwa prinsip ini menjadi acuan dalam menangani seluruh kegiatan unjuk rasa di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
“Pelaksanaan pengamanan kami lakukan dengan mengedepankan perlindungan, sisi humanis, serta tetap memperhatikan hak asasi manusia. Aparat dilatih untuk menahan diri, menghindari tindakan represif yang tidak perlu, dan memastikan peserta aksi dapat menyampaikan aspirasi secara aman,” ujar Budi kepada awak media di lokasi.
Meski terjadi dinamika di lapangan, seperti adanya beberapa oknum mahasiswa yang memaki anggota Polri dan menuliskan kata-kata yang tidak pantas pada syal Polwan, aparat keamanan tetap bersikap profesional dan tidak terpancing provokasi. Menurut Budi, sikap sabar aparat merupakan bagian dari strategi pengamanan yang mengutamakan dialog dan komunikasi persuasif agar suasana tetap kondusif.
Dalam kesempatan tersebut, Budi juga menekankan pentingnya koordinasi antara unit pengamanan, petugas lalu lintas, dan tim kesehatan untuk memastikan aksi dapat berlangsung dengan aman. Tim medis dan ambulans disiagakan di sekitar lokasi sebagai antisipasi kejadian yang tidak diinginkan, sementara jalur lalu lintas tetap diatur agar tidak mengganggu mobilitas masyarakat sekitar.
Aksi mahasiswa ini sendiri merupakan bentuk penyampaian aspirasi terkait sejumlah isu nasional yang tengah menjadi perhatian publik. Meskipun jumlah peserta cukup besar, Kepolisian memastikan semua prosedur pengamanan dijalankan dengan memperhatikan jarak aman dan protokol keselamatan, termasuk pemakaian masker dan fasilitas cuci tangan yang disiapkan di beberapa titik.
Pendekatan humanis yang diterapkan Polda Metro Jaya mendapat respons positif dari sebagian peserta aksi. Beberapa mahasiswa menyatakan bahwa kehadiran aparat yang tidak agresif dan tetap komunikatif membuat suasana lebih tertib dan aspiratif. Hal ini menunjukkan bahwa pengamanan yang berbasis HAM tidak mengurangi efektivitas pengendalian massa, bahkan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk dialog publik.
“Kami bersyukur pengamanan berjalan baik dan aparat tetap profesional. Situasi tetap aman, dan aspirasi kami bisa tersampaikan tanpa ada insiden,” ungkap salah satu peserta aksi yang enggan disebutkan namanya.
Kombes Pol Budi menutup keterangannya dengan menegaskan komitmen Polda Metro Jaya dalam menegakkan ketertiban, keamanan, sekaligus melindungi hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Pendekatan humanis dan persuasif ini akan terus diterapkan dalam pengamanan aksi-aksi publik di masa mendatang.
Dengan keberhasilan pengamanan ini, Mabes Polri dan Polda Metro Jaya menunjukkan bahwa penegakan hukum dan perlindungan hak sipil dapat berjalan beriringan, menjaga keseimbangan antara ketertiban publik dan kebebasan berpendapat masyarakat.
(Andi)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *