https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Berita  

DLH Sleman, Terus Mendorong Terbentuknya Komunitas Peduli Lingkungan

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten SlemanKompassIndonesianews.com Dalam upaya pengendalian lingkungan hidup sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat merupakan komitmen pemerintah Kabupaten Sleman, tekanan terhadap kualitas lingkungan hidup khususnya pada sumber air dan ekosisten sungai sebagai akibat dari meningkatnya aktivitas pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Kabupaten Sleman.

Hal tersebut di sampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman, Sugeng Riyanto, saat beri keterangan kepada awak media di Aula Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sleman Selasa (3/3/2026).

Sugeng, menambahkan bahwa melalui pendekatan berbasis masyarakat, pemerintah Kabupaten Sleman terus mendorong terbentuknya komunitas peduli lingkungan termasuk komunitas sungai yang sangat berperan dalam pemantauan kondisi lingkungan secara partisipatif, kegiatan bersih sungai dan pengurangan sampah, edukasi lingkungan kepada masyarakat sekitar dan pelaporan indikasi pencemaran kepada instansi terkait,” jelasnya.

” Lebih lanjut, ia menjelaskan upaya tersebut merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga kualitas lingkungan hidup secara berkelanjutan.

Sugeng menyebut, pemerintah Kabupaten Sleman juga terus melakukan penguatan melalui pembinaan komunitas lingkungan hidup, fasilitas kegiatan bersih sungai dan konservasi sungai, edukasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan meningkatkan kesadaran dan literasi lingkungan di tingkat lokal.

” Komitmen – komitmen tersebut merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan lingkungan hidup yang bersih, sehat dan lestari bagi generasi saat ini maupun yang akan datang,” bebernya.

Harapan dan perhatian utama kita untuk saat ini, adanya peningkatan aktivitas masyarakat berdampak pada kualitas sungai dan lingkungan hidup serta pengelolaan sampah domestik dan limbah.

Kata Sugeng, DLH Kabupaten Sleman sekarang masih aktif mrnggelar kegiatan Program Kampung Iklim (Proklim) dengan mendorong masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam aksi adaptasi dan mitigadi iklim dalam bentuk kegiatan sosialisasi proklim, biopori, menanam pohon, pemberian bibit tanaman untuk menambah luas vegetasi dan pembinaan proklim di 7 lokasi.

” Sementara ini, Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS) ada 31 yang tersebar di 11 Kapanewon/Kecamatan dan mereka merupakan mitra strategis pemerintah daerah dan pengendalian lingkungan hidup berbasis masyarakat,” tutup Sugeng.(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *