Jakarta Timur, KompassIndonesianews.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengadakan perhelatan pesona budaya nusantara yang bertema ” Jwala Budaya Sleman ” bertempat di Anjungan DIY Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu 20 Juni malam.
Hadir dalam acara tersebut yakni, Wakil Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, KGPAA Paku Alam X, Bupati Kabupaten Sleman Harda Kiswaya, Wakil Bupati Kabupaten Sleman Danang Maharsa, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sleman Ani Martanti, dan sejumlah duta besar negara sahabat, serta tamu undangan lainnya.
Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan sekaligus meneguhkan jati diri budaya Sleman di tingkat nasional, sebagai bagian dari kekayaan budaya nusantara yang adiluhung.

” Bupati Kabupaten Sleman Harda Kiswaya, dalam sambutannya menekankan pentingnya menyelaraskan pelestarian budaya dengan inovasi agar tradisi tetap relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus menjadi sarana diplomasi budaya dan penguat ekonomi daerah berbasis kearifan lokal.
Lanjut Bupati, kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan napas kehidupan yang terus bergerak dan berkembang dinamis,” ujarnya.
” Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Gubernur DIY menyampaikan bahwa kebudayaan merupakan fondasi paling mendasar untuk membentuk cara masyarakat memandang diri, memahami lingkungan, serta melangkah ke masa depan.
Ia juga mengingatkan bahwa pelestarian budaya jangan sampai diartikan sebagai upaya membekukan masa lalu, melainkan terus dihidupkan sebagai energi yang menerangi perjalanan masyarakat.
” Saya berharap agenda ini tidak berhenti sebagai seremonial belaka, melainkan menjadi ikhtiar jangka panjang untuk memperluas ruang apresiasi budaya sekaligus memperkuat posisi budaya sebagai pondasi pembangunan yang berkelanjutan,” tutupnya.
Acara malam tersebut juga dimeriahkan dengan penampilan sendratari “Jwala Mahambara ” oleh para seniman asal Kabupaten Sleman.” Pertunjukan ini merupakan sebuah sajian budaya yang merepresentasikan kobaran semangat dari Bumi Merapi serta refleksi hubungan harmonis antara manusia, alam dan sejarah.
(Joni)














