GONTOR— KompassIndonesiaNews.com
19-20 Mari kembali menapakkan kaki di tanah yang pernah mengajarkan kita arti perjuangan, kesederhanaan, keikhlasan, dan pengabdian. Gontor bukan sekadar tempat yang pernah kita singgahi, tetapi rumah nilai yang selalu memanggil pulang hati-hati yang pernah ditempa di dalamnya.
19–20 mari kita pulang ke Gontor. Sebab ada tempat-tempat yang tidak pernah benar-benar kita tinggalkan, dan Gontor adalah salah satunya.

Seratus tahun telah berlalu. Dunia berubah, zaman bergerak, dan Alumni Gontor 2003 kini tersebar di berbagai penjuru dengan beragam peran dan pengabdian. Namun, ada pelajaran yang tetap sama: menjadi manusia yang ikhlas, sederhana, dan bermanfaat.”Ujarnya”
Di tengah peringatan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor, Alumni Gontor 2003 kembali menyadari bahwa waktu ternyata tidak pernah mampu mengubah nilai-nilai yang ditanamkan pondok. Sebab, pelajaran terbesar Gontor tidak tertulis di papan tulis, tetapi ditanamkan dalam kehidupan.”Pungkasnya”.
Hari ini, Menara Gontor masih berdiri. Dan seperti seratus tahun yang lalu, ia seakan terus mengajarkan hal yang sama kepada setiap santrinya: hiduplah untuk memberi, bukan untuk dikenang.”Tutupnya”.
(Yolanda)















