https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

BPS Sleman Kembali Canangkan Desa Cantik, Wakil Bupati Danang Maharsa Dukung Pembangunan Berbasis Data

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten SlemanKompassIndonesianews.com Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sleman mengadakan kegiatan sosialisasi sekaligus pencanangan Desa Cinta Statistik (Desa Cinta) tahun 2026, bertempat di Kantor Kalurahan Margorejo, Kapanewon/Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, Selasa 14 April 2026. Hadir pada acara tersebut Wakil Bupati Kabupaten Sleman, Danang Maharsa, beserta jajarannya.

Pencanangan Desa Cantik 2026 di Kabupaten Sleman dilakukan terhadap tiga Kalurahan di Kapanewon/Kecamatan Tempel, yakni Kalurahan Margorejo, Pondokrejo, Sumberrejo. Pencanangan tersebut dilakukan secara simbolis dengan memukul gong, penandatanganan piagam, dan penyematan selempang kepada agen statistik masing – masing Kalurahan.

” Program yang telah dimulai sejak tahun 2022 di Kabupaten Sleman ini juga telah mencanangkan sejumlah Desa Cantik di beberapa Kalurahan, diantaranya Kalurahan Ambarketawang Gamping, Margoagung Seyegan, dan Mororejo Tempel.

Kepala BPS Kabupaten Sleman, Widhi Pranowo menyampaikan bahwa program Desa Cantik bertujuan untuk meningkatkan literasi, kesadaran dan peran aktif perangkat Desa/Kalurahan dan masyarakat dalam penyelenggaraan kegiatan statistik. Selain itu, juga sebagai standarisasi pengelolaan data statistik untuk menjaga kualitas dan keterbandingan indikator statistik.

” Ia berharap program ini dapat mengoptimalisasi penggunaan dan pemanfaatan data statistik sehingga program pembangunan di Desa tepat sasaran,” tutup Widhi.

” Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Sleman, Danang Maharsa, menyambut baik dan menyampaikan apresiasi yang setinggi – tingginya kepada BPS Kabupaten Sleman yang telah menginisiasi kegiatan ini.

Menurutnya, program Desa Cantik ini merupakan sebuah langkah strategis yang relevan dengan kebutuhan pembangunan saat ini, yaitu pembangunan berbasis data yang akurat dan up to date.

Lanjutnya, melalui program ini, Kalurahan memiliki tugas yang cukup penting, yakni mampu mengidentifikasi potensi permasalahan, serta kebutuhan masyarakatnya secara mandiri berbasis data,” ungkapnya.

(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *