https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Jalan Penghubung Winong–Binorong Ambles, Pengendara Motor Jadi Korban di Dusun Krucil

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Banjarnegara, Jawa TengahKompassindonesianews.com Akses vital penghubung antara Desa Winong dan Desa Binorong, Kecamatan Bawang, mendadak lumpuh setelah badan jalan di wilayah Dusun Krucil ambles pada Kamis (16/4/2026). Peristiwa ini tak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga memakan korban jiwa luka.

Amblesnya jalan diduga kuat dipicu oleh tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tanah yang terus-menerus tergerus air membuat struktur di bawah jalan menjadi labil hingga akhirnya tidak mampu menopang beban kendaraan yang melintas.

Di tengah kondisi tersebut, seorang pengendara sepeda motor bernama Suparno (70) menjadi korban. Ia dilaporkan terjatuh saat melintasi jalan yang tiba-tiba ambles. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan terdekat.

Warga setempat mengaku kerusakan jalan sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa waktu lalu. Retakan demi retakan muncul di permukaan aspal dan semakin melebar, namun belum ada perbaikan yang dilakukan.

> “Sudah retak dari kemarin, tapi belum diperbaiki. Tadi ada pengendara jatuh karena tidak tahu kalau jalannya ambles,” ujar salah satu warga di lokasi kejadian.

Sebagai langkah darurat, warga bersama perangkat desa kini telah memasang tanda peringatan seadanya di sekitar titik ambles. Upaya ini dilakukan untuk menghindari jatuhnya korban lain, terutama pada malam hari atau saat jarak pandang terbatas.

Meski demikian, masyarakat berharap adanya respons cepat dari pemerintah setempat. Jalan tersebut merupakan jalur penting yang menunjang aktivitas ekonomi dan sosial warga, sehingga perbaikan darurat dinilai sangat mendesak.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait langkah penanganan lanjutan maupun perkembangan kondisi korban. Warga pun hanya bisa berharap agar perbaikan segera dilakukan sebelum kerusakan semakin meluas dan menimbulkan korban berikutnya.

Setiawan

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *