https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Post Views: 155
Samosir. Kompassindonesianews.com-
Kebakaran hebat melanda tiga unit rumah adat Batak diperbukitan Samosir yakni di Huta Lumban Rango, Dusun III, Desa Dos Roha, Kecamatan Simanindo Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 13:53 WIB. Peristiwa tersebut menghanguskan rumah milik Kardimen Manik, Lince br Sinaga, dan Peran Simanihuruk.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga di lokasi, sumber api diduga berasal dari rumah milik Kardimen Manik. Saat kejadian, pemilik rumah tidak berada di tempat karena sedang bekerja di ladang, sementara anak-anaknya masih berada di sekolah.
Salah seorang warga bermarga Manihuruk mengungkapkan bahwa sekitar setengah jam sebelum kebakaran, dirinya masih berada di rumah milik Lince br Sinaga untuk beristirahat. Namun, tak lama setelah kembali ke ladang, ia mendapat kabar adanya kebakaran di perkampungan tersebut.
“Saat tiba di lokasi, api sudah membesar dan menjalar ke rumah lainnya. Warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang milik korban, Api berhasil dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran yang tiba di lokasi sekitar setengah jam setelah kejadian.” Ujarnya.
Sementara itu, rumah milik Peran Simanihuruk diketahui dalam keadaan kosong karena pemiliknya sedang berada di Medan.
Warga setempat menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa para korban. Mereka berharap adanya bantuan dari berbagai pihak, terutama kebutuhan mendesak seperti bahan pangan dan pakaian layak.
Khusus bagi keluarga Kardimen Manik, bantuan yang sangat dibutuhkan meliputi seragam sekolah, perlengkapan belajar, serta kebutuhan pendidikan lainnya. Diketahui, tiga anaknya saat ini masih bersekolah di tingkat SD, SMP, dan SMA, sementara anak sulungnya sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi di Medan.
Selain itu, warga juga berharap adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Samosir untuk membantu pembangunan kembali rumah korban dan membantu pengurusan dokumen penting seperti surat tanah dan administrasi lainnya yang turut hangus dalam kebakaran.
Kepala Desa Dos Roha, Agustinus Sijabat, menyampaikan bahwa belum diketahui apa penyebab kebakaran.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp2 miliar,” ujarnya.
Pemerintah desa telah melaporkan kejadian tersebut kepada Camat Simanindo dan mengajukan permohonan bantuan tanggap darurat bagi para korban.
Para korban sementara waktu diungsikan dirumah keluarga yang berada didepan lokasi kejadian.
( Marhuarar Pangaribuan)
Berita Terkait
Polda DIY Gelar Puncak Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, Ratusan Warga Dapat Layanan Medis Gratis dan Bantuan Sosial YOGYAKARTA – KompassIndonesianews.com, Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Polda DIY melalui Bidang Kedokteran menggelar kegiatan Puncak Bakti Kesehatan di Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, Selasa (23/6/2026). Kegiatan bakti kesehatan tersebut menjadi wujud kepedulian Polri kepada masyarakat melalui pelayanan kesehatan, bantuan sosial, serta berbagai bentuk dukungan yang langsung dirasakan warga. Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, S.I.K. bersama Wakapolda DIY Brigjen Pol Eddy Djunaedi, S.I.K. dan jajaran Pejabat Utama Polda DIY turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam kesempatan itu, Kapolda DIY menyapa langsung masyarakat peserta bakti kesehatan serta memastikan pelayanan yang diberikan berjalan dengan baik. Pada kegiatan tersebut, sebanyak 158 warga mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis dengan berbagai layanan, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, laboratorium sederhana, pemeriksaan kesehatan gigi, konsultasi dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis bedah, hingga pemeriksaan kepadatan tulang. Selain pelayanan kesehatan, Polda DIY juga memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat, di antaranya bantuan kursi roda, bantuan sosial, serta pembagian kaca mata gratis bagi warga yang membutuhkan. Tidak hanya menyasar kesehatan masyarakat secara umum, kegiatan ini juga memberikan perhatian kepada kelompok pekerja dengan pemberian Kartu Bhayangkara Prioritas bagi buruh sebagai bentuk dukungan dan apresiasi terhadap masyarakat pekerja. Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K. mengatakan bahwa peringatan Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bagi jajaran Polri untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat. “Melalui kegiatan bakti kesehatan ini, Polda DIY ingin menghadirkan pelayanan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Kesehatan merupakan kebutuhan dasar, sehingga kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat dan membantu meringankan beban warga,” ujar Kombes Pol Ihsan, S.I.K. Selain di lokasi kegiatan, peserta juga mengikuti rangkaian Puncak Bakti Kesehatan yang terhubung secara daring melalui zoom dari lapangan Lemdiklat Polri. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda dan mitra terkait, di antaranya Dinas Kesehatan DIY, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, jajaran TNI, tenaga kesehatan, pemerintah kapanewon, pemerintah kalurahan, serta organisasi masyarakat dan pekerja. Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polda DIY berharap semangat pengabdian Polri dapat terus diwujudkan melalui pelayanan yang humanis, kepedulian sosial, dan sinergi bersama masyarakat.(Joni)
