https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Salwa Sudah Dipanggil Duluan, Kita Kelas yang Mana? Tausiyah Ust. Yayan Getarkan Haul 3 Hari

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Palembang, 6 Mei 2026 Kompassindonesianews.com – Tausiyah dalam acara Haul 3 Hari almarhumah _Salwa Maulidia_ di kediaman Bapak Yudi Mulyanda dan Ibu Rina Muliyati_, Lorong Sahabat 1 RT 40/RW 11 Talang Karet Plaju, Palembang, pada _Rabu malam ba’da Magrib_, disampaikan dengan gaya dakwah yang menyentuh dan mudah dipahami masyarakat.

KH. Mgs. Ahmad Fauzan Yayan, S.Q., Lc., Al-Hafidz, Pendiri Pondok Pesantren Kiai Marogan sekaligus Guru Spiritual Tarekat Qadariyah Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah Jalaliyah Sumatera Selatan, mengangkat tema _“Tiga Kelas Manusia di Akhirat”_ berdasarkan Surah Al-Waqi’ah.

Dalam tausiyahnya, Ust. Yayan menjelaskan bahwa Allah SWT dalam Surah Al-Waqi’ah telah membagi manusia saat dibangkitkan menjadi tiga golongan besar: _Al-Muqarrabun_, Ashabul Yamin_, dan Al-Mukadzdzibin Adh-Dhallin_.

“Untuk memudahkan kita memahami, saya ibaratkan dengan kelas dalam perjalanan. Ada kelas Executive_, kelas _Bisnis_, dan kelas _Ekonomi_. Tapi ini hanya pendekatan dakwah. Karena kedudukan aslinya di sisi Allah jauh lebih mulia,” ujar Ust. Yayan di hadapan jamaah yang hadir.

*Kelas _Executive*_ adalah _Al-Muqarrabun_, orang-orang yang sangat dekat dengan Allah. Mereka paling dahulu dalam iman dan amal saleh, ikhlas, kuat ibadahnya, dan hidupnya dipersembahkan untuk dakwah. Kenikmatannya adalah surga tertinggi dan kedekatan dengan rahmat Allah SWT.

*Kelas _Bisnis*_ adalah _Ashabul Yamin_ atau golongan kanan. Mereka muslim yang beriman, amal baiknya lebih banyak dari dosanya, dan menjalankan kewajiban. Mereka selamat dan mendapat rezeki melimpah di surga. “Ini seperti pebisnis sukses akhirat. Untung besar, selamat dari kebangkrutan,” jelasnya.

Sementara *Kelas _Ekonomi Bawah*_ adalah _Al-Mukadzdzibin Adh-Dhallin_, orang yang mendustakan kebenaran, lalai dari Allah, dan mengutamakan dunia semata tanpa pernah bertobat. Mereka mendapat azab dan minuman air mendidih di neraka. “Ini bangkrut total di akhirat. Rugi dunia, rugi akhirat,” tegasnya.

Ust. Yayan mengingatkan bahwa kematian adalah boarding time_ yang tidak bisa ditunda. _“Salwa sudah dipanggil duluan. Ia selesai ujian dunia. Sekarang giliran kita. Pertanyaannya, saat nama kita dipanggil, tiket kita kelas yang mana?”_ katanya. Kalimat ini yang paling menggetarkan jamaah malam itu.

*Pesan untuk Kita Semua:*  

Saudaraku, jangan tertipu dengan dunia yang hanya sementara. Hari ini kita masih di ruang tunggu, masih bisa memilih dan memperbaiki diri. Jangan sampai kita termasuk golongan yang lalai dan menyesal di hari kiamat.

Perbanyak shalat, jaga lisan, perbanyak sedekah, dan jangan tinggalkan istighfar. Itu semua adalah bekal untuk _upgrade_ kelas kita diakhirat. Jadikan kematian ananda Salwa Maulidia sebagai pengingat: ujian dunia sudah selesai baginya, sekarang giliran kita yang sedang diuji.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh tokoh pemuka agama setempat dari _Musholla Shirotul Jannah_. Dalam doanya beliau memohon agar Allah SWT mengampuni segala dosa almarhumah, melapangkan kuburnya, menerima amal ibadahnya, dan menempatkannya bersama para syuhada dan orang-orang shalih. Beliau juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran.

“Ya Allah, jadikan kami termasuk _Ashabul Yamin_. Dan jika Engkau berkehendak, angkatlah kami menjadi Al-Muqarrabun_. Aamiin Ya Rabbal Alamin.”

 *Riwayat Singkat Almarhumah*

Almarhumah _Salwa Maulidia_ lahir di Palembang, 27 April 2004 Ia adalah putri sulung dari tiga bersaudara pasangan Bapak Yudi Mulyanda dan Ibu Rina Muliyati.

Salwa merupakan _Alumni SMA Negeri 4 Plaju_ dan telah menyelesaikan ujian komprehensif dengan baik di Fakultas Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) Universitas Sriwijaya Bukit – Palembang. Almarhumah berhak menyandang gelar _S.Pd._ dan rencananya akan mengikuti wisuda pada bulan Juni 2026 di Kampus Unsri Indralaya.

Ia juga merupakan cucu dari _Basaruddin bin H. Bauddin_ dan _Ayunah binti Simin_, serta cicit dari _H. Sainan Sagiman_, Gubernur Sumatera Selatan ke-10.

Sebelum berpulang, pada Sabtu pagi, 2 Mei 2026 almarhumah dibawa ke Klinik 24 Jam Plaju dan dinyatakan sakit _“Campak”_. Setelah diberi obat jalan, atas izin Allah kondisinya sempat membaik. Namun pada _Minggu malam, 3 Mei 2026 pukul 02.00 WIB dini hari_, almarhumah Salwa merasakan sakit panas dan demam kembali. Ia kemudian dibawa ke _RS Charitas Palembang_ dan langsung mendapatkan perawatan intensif.

Qadarullah, pada _Senin, 4 Mei 2026 pukul 07.30 WIB_ keluarga menerima kabar dari pihak rumah sakit bahwa almarhumah telah berpulang ke rahmatullah. Informasi ini didapat dari pihak keluarga, yakni _Ibu Herlina, SE._, istri dari Pengacara _Rustam Bahluan, SH., MH._, yang disampaikan kepada wartawan Kompas Indonesia yang berada di lapangan.

Jenazah almarhumah dimandikan oleh mughassilah_ atau bilal wanita. Shalat jenazah dilaksanakan di rumah ayahanda almarhumah, Bapak Yudi Mulyanda_, oleh _pengurus Musholla Shirotul Jannah, masyarakat Talang Karet, dan para tamu lainnya_ dengan diimami oleh Bapak Bahluan serta doa dipimpin oleh Ust. Kms. Ahmad Dahlan. Almarhumah kemudian dikebumikan ba’da Ashar di pemakaman keluarga Bapak Mawardi, Talang Karet Lorong Sahabat 1.

Haul 3 Hari yang digelar Rabu malam ba’da Magrib ini dihadiri keluarga besar, mahasiswa Universitas Sriwijaya, serta masyarakat sekitar sebagai bentuk penghormatan terakhir dan doa bersama untuk almarhumah.

*Ucapan Terima Kasih*  

Bapak Yudi Mulyanda dan Ibu Rina Muliyati mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada KH. Mgs. Ahmad Fauzan Yayan, S.Q., Lc., Al-Hafidz yang telah memberikan tausiyah. Berkat nasihat beliau, pihak keluarga mendapatkan ketenangan batin dan dapat mengikhlaskan kepergian anak tercinta dengan lapang dada di hadapan Allah SWT.

Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada Bapak Mawardi yang telah memberikan izin tempat di pemakaman keluarga, kepada _Ust. Kms. Ahmad Dahlan dan istri_ atas doa dan bimbingannya, kepada Bapak Hapiz dan keluarga atas segala bantuan dan dukungannya, serta kepada _Ketua RT 40/RW 11, Ketua dan Wakil Ketua Musholla Shirotul Jannah para jamaah, masyarakat sekitar Talang Karet, tamu undangan, dosen dan mahasiswa PKN Unsri, Alumni SMA Negeri 4 Plaju. mahasiswa lainnya, dan seluruh teman-teman almarhumah Salwa.

Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan kalian semua dan memberikan ridha-Nya. _Aamiin Ya Rabbal Alamin.

(Komarudin)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *