https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Cetak Generasi Penerus Budaya, Pemkab Sleman Gelar Festival Dalang Anak dan Remaja 2026

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten SlemanKompassIndonesianews.com Pemerintah Kabupaten Sleman resmi membuka gelaran festival dalang anak dan remaja Kabupaten Sleman tahun 2026, bertempat di Gedung Serbaguna Kabupaten Sleman, Sabtu 9 Mei 2026. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya adiluhung, khususnya seni pedalangan agar tetap lestari di tangan generasi muda.

Sekretaris Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Arif Wibowo, dalam sebutannya menjelaskan kegiatan ini diadakan dalam rangka hari jadi ke -110 Kabupaten Sleman. Arif menambahkan acara ini diikuti oleh 17 peserta kategori anak – anak dan 17 peserta kategori remaja perwakilan setiap Kapanewon/Kecamatan yang ada di Kabupaten Sleman,” tuturnya. 

Lanjutnya, untuk kategori anak diadakan pada tanggal 9 dan 10 Mei 2026, sedangkan kategori remaja pada tanggal 11 dan 12 Mei 2026.

” Lebih lanjut, Arif menambahkan kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ruang pembinaan dan regenerasi bagi para pelaku seni di Kabupaten Sleman.

Di dalamnya terdapat nilai – nilai luhur seperti kejujuran, keberanian, dan tanggung jawab.” Nilai – nilai inilah yang penting di wariskan kepada generasi muda, ditengah derasnya arus teknologi digital,” tutup Arif.

” Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Kabupaten Sleman, Danang Maharsa, memberikan apresiasi tinggi kepada para peserta yang antusias mempelajari seni tradisi.Danang menegaskan bahwa menjadi seorang dalang tidak hanya soal kemahiran memainkan tokoh wayang, tetapi juga tentang kemampuan memahami dan menyampaikan nilai kehidupan kepada masyarakat.

” Kata Danang, masyarakat sekarang cenderung mencari yang instan dan mudah, sementara menjadi dalang itu tidak gampang. Butuh kesabaran untuk duduk semalam suntuk dan mempelajari nilai – nilai kehidupan yang kompleks dalam cerita wayang,” imbuhnya.

Wakil Bupati Sleman menegaskan bahwa nilai – nilai dalam cerita wayang tetap relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini, cerita tentang tokoh baik dan jahat pada akhirnya selalu mengarah pada pencarian jati diri dan kebenaran.

Meskipun hasil akhir sebuah lakon berada di tangan dalang, nilai moral yang disampaikan menjadi pelajaran berharga bagi penonton 

Pemerintah Kabupaten Sleman menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan seni dan budaya sebagai pilar pembangunan karakter masyarakat serta penguatan identitas daerah, melalui festival ini para dalang muda diharapkan dapat saling bersilaturahmi, bertumbuh, dan semakin percaya diri dalam berkarya,” kata Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa.

(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *