https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Pastikan Prosesi Berjalan Lancar, Kepanitiaan Budaya Sekappung Limo Migo Gelar Rapat Penguatan Jelang Acara 28 Juni Mendatang

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Lampung Timur, Kompassindonesianews – Menjelang pelaksanaan Festival Budaya Sekappung Limo Migo ke-2 yang akan digelar pada 28 Juni 2026 di kawasan Taman Purbakala Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur, panitia pelaksana mengadakan rapat penguatan kepanitiaan bersama jajaran Bela Budaya Nusantara, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan, pada Selasa(16/6).

Rapat tersebut dilaksanakan di sekretariat bersama dan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Bela Budaya Nusantara, Mulyono, serta Ketua DPC Bela Budaya Nusantara Lampung Timur, Nurdin Minak Guling. Dalam rapat tersebut dibahas berbagai persiapan akhir festival, termasuk pengamanan, teknis pelaksanaan kegiatan budaya, hingga informasi terkait rencana kunjungan Presiden Republik Indonesia ke-7, H. Joko Widodo, ke Joglo Bela Budaya Nusantara Lampung Timur yang bertepatan dengan berlangsungnya Festival Budaya Sekappung Limo Migo.

Ketua Panitia Festival Budaya Sekappung Limo Migo, Ibrahim Restu Saka, menyampaikan bahwa hingga saat ini persiapan kegiatan telah mencapai sekitar 85 persen. Ia menjelaskan bahwa dukungan dari berbagai pihak, mulai dari sponsor, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh budaya, tokoh pemuda, hingga unsur keamanan seperti kepolisian, kamtibmas, dan linmas Desa Pugung Raharjo, terus mengalir demi menyukseskan kegiatan tersebut.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung agar Festival Budaya Sekappung Limo Migo ke-2 dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh nilai budaya,” ujar Ibrahim.

Festival Budaya Sekappung Limo Migo merupakan agenda budaya yang bertujuan melestarikan adat istiadat, kesenian, serta warisan leluhur masyarakat Lampung, khususnya di wilayah Sekappung Limo Migo dan sekitarnya. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang edukasi budaya bagi generasi muda agar lebih mengenal, menjaga, dan mengembangkan budaya daerah di tengah perkembangan zaman modern.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Bela Budaya Nusantara, Mulyono yang bergelar Pangeran Bela Budaya, juga menyampaikan kabar baik terkait pengembangan kawasan budaya di Lampung Timur. Ia menjelaskan bahwa kawasan Desa Pugung Raharjo telah resmi ditetapkan sebagai Desa Wisata Budaya melalui Surat Keputusan (SK) Pemerintah Provinsi Lampung, dan menjadi salah satu dari 16 desa wisata budaya yang ada di Provinsi Lampung.

Menurut Mulyono, penetapan tersebut merupakan langkah penting dalam menjaga dan mengembangkan kawasan warisan budaya serta situs purbakala yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi masyarakat Lampung.

“Taman Purbakala Pugung Raharjo merupakan salah satu warisan luhur yang harus terus dijaga dan dikembangkan. Kawasan ini bukan hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga berpotensi besar menjadi pusat wisata budaya dan edukasi sejarah di Provinsi Lampung,” jelasnya.

Taman Purbakala Pugung Raharjo sendiri dikenal sebagai salah satu situs arkeologi penting di Lampung Timur yang menyimpan peninggalan sejarah berupa benteng tanah kuno, batu megalitikum, artefak purbakala, serta jejak peradaban masa lampau yang menjadi bukti kekayaan budaya Nusantara.

Selain membahas penguatan festival budaya, rapat tersebut juga membicarakan rencana kunjungan Presiden Republik Indonesia ke-7, H. Joko Widodo, ke Joglo Randu Mas di Desa Pugung Raharjo. Dalam penyampaiannya, Mulyono menyebutkan bahwa kunjungan tersebut kemungkinan akan bertepatan dengan kegiatan Festival Budaya Sekappung Limo Migo dan dijadwalkan berlangsung sekitar dua jam.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Panitia Festival Budaya, Ibrahim Restu Saka, menyampaikan bahwa pihak panitia menyambut baik setiap tamu yang hadir, termasuk tokoh nasional maupun pejabat negara. Namun demikian, ia menegaskan bahwa festival budaya harus tetap dijaga dari unsur politik praktis.

“Kami menyambut baik kehadiran siapa pun, termasuk Presiden Republik Indonesia ke-7 beserta tamu undangan lainnya. Namun kami berharap seluruh tamu tidak menggunakan atribut politik seperti baju partai dan sejenisnya demi menjaga kenyamanan, keindahan, dan nilai budaya dalam festival ini,” tegas Ibrahim.

Pernyataan tersebut mendapat dukungan penuh dari jajaran Bela Budaya Nusantara. Panitia berharap Festival Budaya Sekappung Limo Migo ke-2 dapat menjadi momentum memperkuat persatuan masyarakat, melestarikan budaya daerah, sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Lampung Timur kepada masyarakat luas.

“Mudah-mudahan kegiatan ini membawa berkah bagi masyarakat Lampung Timur, Provinsi Lampung, serta seluruh pihak yang ikut menjaga dan melestarikan tanah warisan leluhur ini,” tutup Ibrahim.

#Andi Selagi/ tim

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *