Depok, Kompassindonesianews.com Gerakan Pengawalan Masyarakat (GPM) dalam rangka memperingati 1 Muharam 1448 Hijiriah, menggelar kegiatan khitanan massal bertempat di Gedung Lagak, Mes Satwakoldenma Mabes AU, Jl. Radar Auri, Cimanggis, Kota Depok, pada Rabu (1 Juli 2026).
Sunatan Massal ini diikuti oleh sebanyak 100 anak dari berbagai lingkungan sekitar.

Ketua Umum GPM, Ibu Yusnizar menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi warga sekaligus memudahkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat. “Kami ingin membantu warga agar anak-anak bisa melaksanakan kewajiban ini tanpa dipungut biaya, serta mendapatkan penanganan yang aman dan higienis,” ujarnya.
Ibu Yusnizar menyatakan akan terus melaksanakan kegiatan sosial untuk berbuat dan meringankan beban warga yang kurang mampu. “Nanti tanggal 11 Juli 2026, GPM akan mengadakan santunan kepada 1000 anak yatim,” katanya.
Dewi, warga Mekarsari Cimanggis, Depok, salah satu orang tua peserta sunatan massal mengaku sangat terbantu dengan kegiatan ini. “Kalau dilakukan secara pribadi biayanya cukup besar. Dengan ada khitanan massal seperti ini, kami merasa sangat dibantu dan tenang karena pelayanannya terjamin. Apalagi waktunya tepat, pas libur sekolah,” katanya.
Kegiatan ini didukung oleh 10 orang dokter dari Dinas Kesehatan Kota Depok.
Tenaga medis yang bertugas menjelaskan bahwa proses dilakukan dengan metode yang aman dan sesuai standar kesehatan. “Kami juga memberikan panduan perawatan pasca khitanan agar penyembuhan berjalan lancar tanpa komplikasi,” tambahnya.
Menurut Ketua Umum GPM, Ibu Yusnizar menyatakan GPM baru berdiri dua tahun lalu. “Nanti akan membuka cabang diseluruh wilayah di Indonesia. “Kita akan berbuat terus untuk kebaikan masyarakat,” tandas perempuan cantik yang berlatar pengusaha ini.
(Dedy Budiman)












