Kabupaten Tangerang – Kompassindoneaianews.com – Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, memasuki hari keempat, dua Helikopter WATERBOMBING dikerahkan untuk membantu memadamkan kebakaran di TPA Jatiwaringin, Hingga Jumat (03/07/2026).
Pagi, asap putih masih terlihat mengepul dari lokasi, sementara petugas pemadam di darat terus berupaya menjangkau titik-titik api masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya meski upaya pemadaman terus dilakukan melalui jalur darat dan udara.

Pantauan Kompassi donesianews.com di lokasi pada Jumat pagi menunjukkan api masih terlihat menyala di sejumlah titik. Kepulan asap pekat terus membumbung ke udara dan bergerak ke arah barat, menandakan masih adanya titik api aktif di dalam timbunan sampah.
Matrial sampah yang didominasi bahan mudah terbakar serta tiupan angin membuat kobaran api cepat membesar dan meluas, hingga Kamis (2/7) malam, sekitar tujuh dari total 33 hektar areaTPA di laporkantelah terbakar
Untuk mempercepat proses pemadaman, dua unit helikopter water bombing dikerahkan menjatuhkan air dari udara. Sementara itu, petugas pemadam kebakaran (damkar) terus melakukan penyemprotan melalui jalur darat guna mengendalikan kobaran api.
Kebakaran TPA Jatiwaringin, Bupati Tangerang: Sampah Tetap Diangkut
Selain armada pemadam, sejumlah alat berat berupa eksvakator juga dioperasikan di sisi utara TPA Jatiwaringin. Alat berat tersebut digunakan untuk mengurai timbunan sampah yang telah disiram melalui operasi water bombing, sehingga petugas dapat menjangkau titik api yang berada di bagian dalam gunungan sampah sekaligus mencegah bara api kembali menyala.
Selama proses pemadaman berlangsung, akses jalan dari TPA Jatiwaringin menuju Kecamatan Sukadiri dibatasi. Jalur tersebut hanya diperuntukkan bagi kendaraan pemadam kebakaran, TNI, Polri, petugas medis, dan unsur terkait lainnya agar proses penanganan berjalan lancar.
Sekitar 30% area TPA yang sebelumnya terbakar telah berhasil dipadamkan. Namun, embusan angin yang cukup kencang masih menjadi tantangan utama karena berpotensi membuat bara api kembali membesar.
“Sementara ini kita bisa melihat, ini kalau pagi hari anginnya tidak terlalu kencang. Kawan-kawan petugas ini pun juga bekerjanya dimaksimalkan itu pada saat pagi, siang, malam,” jelasnya.
Untuk mempercepat penanganan kebakaran, BNPB juga memperkuat operasi dengan mengerahkan 30 personel Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan. Tim tersebut akan menerapkan sistem inject, metode yang biasa digunakan untuk memadamkan api yang berada di bagian dalam timbunan material
Sebagai informasi, kebakaran TPA Jatiwaringin mulai terjadi pada Selasa (30/6/2026). Memasuki hari keempat, petugas gabungan masih berjibaku memadamkan api yang membakar timbunan sampah. Operasi pemadaman terus diintensifkan agar kebakaran tidak meluas dan asap yang ditimbulkan tidak semakin mengganggu aktivitas maupun kesehatan masyarakat di sekitar lokasi.
(Red/Dms)














