TANGERANG KOTA |Kompassindonesianews.com— Pemerintah Kota Tangerang kembali menggelar Pengajian Bulanan Rutin di Masjid Jami Al Mubarok, Kelurahan Kreo, Kecamatan Larangan, Jumat (31/07/2026). Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Tangerang H. Sachrudin, Wakil Wali Kota H. Maryono, jajaran ASN, para ulama, tokoh agama, dan masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Sachrudin menegaskan pengajian bulanan bukan sekadar agenda seremonial pemerintah. Menurutnya, majelis ilmu ini menjadi ikhtiar bersama untuk memperkuat keimanan, ketakwaan, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah antara ulama, umara, dan masyarakat.
“Melalui majelis ilmu seperti ini, kita tidak hanya memperdalam pemahaman agama, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan semangat membangun Kota Tangerang yang religius, harmonis, dan penuh keberkahan,” ujar Sachrudin.
Wali Kota juga menyampaikan bahwa syiar Islam di Kota Tangerang terus digiatkan melalui berbagai kegiatan, seperti Festival Al-A’zhom, Halal Fest, hingga Festival Menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW yang akan kembali digelar pada Agustus mendatang. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana dakwah dan silaturahmi, tetapi juga menggerakkan perekonomian warga melalui pemberdayaan UMKM dan industri halal.
Lebih lanjut, Sachrudin menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan karakter.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur, tetapi juga dari kuatnya iman, akhlakul karimah, dan kepedulian sosial masyarakat. Karena itu, majelis ilmu dan kegiatan keagamaan harus terus kita hidupkan sebagai pondasi membangun Kota Akhlakul Karimah,” ungkapnya.

Di tengah derasnya arus informasi digital, Sachrudin juga mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menerima dan menyebarkan berita.
“Di era digital seperti sekarang, mari kita saring setiap informasi sebelum mempercayai ataupun menyebarkannya. Jangan sampai hoaks merusak persaudaraan dan kebersamaan yang selama ini telah kita bangun,” pesannya.
Menutup sambutan, ia mengajak ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga untuk terus menjadi perekat persatuan dengan menyebarkan dakwah yang menyejukkan.
“Marilah kita terus memperkuat ukhuwah, menjaga persatuan, dan mengedepankan semangat gotong royong. Dengan kebersamaan itulah, insya allah Kota Tangerang akan senantiasa menjadi kota yang aman, damai, religius, harmonis, serta semakin maju dan sejahtera,” tutup Sachrudin.
Tentang Pemkot Tangerang :
Pemerintah Kota Tangerang berkomitmen membangun kota yang tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga unggul dalam nilai keagamaan, sosial, dan budaya melalui program-program keumatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
(Lulu Zaerina)














