https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Elang Tiga Hambalang Konsolidasikan Kekuatan Nasional, Delapan Sayap Organisasi Disiapkan Jadi Motor Gerakan Rakyat

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Hambalang, kompsasindonesianews.com — Peta konsolidasi TCorganisasi kemasyarakatan nasional mulai menunjukkan dinamika baru. Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Elang Tiga Hambalang mengambil langkah strategis dengan membangun dan memperkuat delapan badan otonom, sayap, serta unit organisasi yang bergerak langsung pada sektor-sektor penting kehidupan masyarakat.

Langkah tersebut dituangkan dalam Keputusan DPN Elang Tiga Hambalang Nomor: 004/SK/DPN-ETH/SKPBOSUO-ETH/VI/2026 tentang Pembentukan Badan Otonom, Sayap, dan Unit Organisasi di Lingkungan Perkumpulan Elang Tiga Hambalang, yang ditetapkan di Hambalang pada 30 Juni 2026. Kamis (13/08).

Keputusan ini bukan sekadar penataan administratif organisasi. Dalam perspektif politik kebangsaan, pembentukan jaringan tersebut dapat dibaca sebagai strategi konsolidasi kekuatan sosial dari berbagai lapisan masyarakat sekaligus memperluas basis pengabdian Elang Tiga Hambalang di tengah rakyat.

Delapan Pilar Kekuatan

DPN Elang Tiga Hambalang menetapkan delapan perangkat organisasi, yakni:

1. Jaringan Koperasi Serba Usaha Elang Tiga Hambalang, meliputi INKOP, PUSKOP, dan PRIMKOP;
2. Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang;
3. Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang;
4. Satuan Petani Elang Tiga Hambalang;
5. Satuan Pecinta Seni dan Olahraga Elang Tiga Hambalang;
6. Serikat Buruh dan Pekerja Elang Tiga Hambalang;
7. Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang; dan
8. Wartawan dan Wartawati PT Elang Tiga Media Nusantara.

Komposisi tersebut memperlihatkan luasnya spektrum sosial yang hendak dirangkul: mahasiswa dan generasi muda, petani, nelayan, buruh, pekerja, pengusaha, pelaku koperasi, masyarakat seni dan olahraga, hingga insan media.

Dalam politik kebangsaan, kelompok-kelompok tersebut merupakan unsur penting dalam kehidupan demokrasi dan pembangunan nasional.

Dari Hambalang, Bangun Kekuatan Akar Rumput

Konsolidasi yang dilakukan Elang Tiga Hambalang memiliki dimensi strategis karena sejumlah sayap dibangun secara berjenjang dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan hingga desa/kelurahan.

Dengan struktur seperti itu, Elang Tiga Hambalang tidak hanya membangun kekuatan pada tingkat elite organisasi, tetapi juga membuka ruang konsolidasi sampai ke akar rumput.

Petani dan nelayan menjadi kekuatan ketahanan pangan. Buruh dan pekerja merupakan tulang punggung produktivitas nasional. Mahasiswa merupakan kekuatan intelektual dan kader masa depan. Pengusaha serta koperasi menjadi penggerak ekonomi rakyat. Sementara media mempunyai posisi penting dalam membangun ruang informasi publik.

Ketika seluruh unsur tersebut dikonsolidasikan dalam satu kerangka organisasi, Elang Tiga Hambalang berpotensi memiliki jaringan sosial yang luas untuk menyerap aspirasi sekaligus memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui jalur konstitusional.

Politik Kebangsaan, Bukan Politik Kekuasaan

Arah politik yang dapat dibaca dari keputusan tersebut bukanlah perubahan Elang Tiga Hambalang menjadi partai politik.

Sebaliknya, ETH menempatkan dirinya sebagai organisasi kemasyarakatan yang memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan nasional dan daerah berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Dengan demikian, politik yang dibangun adalah politik kebangsaan, politik pengabdian, politik kesejahteraan rakyat, dan politik partisipasi masyarakat.

Kekuatan organisasi tidak semata-mata diukur dari berapa banyak struktur yang dibentuk, tetapi dari seberapa besar organisasi mampu hadir ketika petani menghadapi persoalan, nelayan membutuhkan pemberdayaan, buruh memperjuangkan haknya, mahasiswa membutuhkan ruang kaderisasi, dan pelaku usaha membutuhkan jaringan ekonomi.

Satu Komando Kebijakan Organisasi

Hal yang menarik secara politik-organisatoris adalah hubungan DPN dengan seluruh badan otonom, sayap, dan unit organisasi dibangun berdasarkan prinsip satu komando kebijakan umum, koordinasi program, otonomi pengelolaan bidang, pembinaan berjenjang, serta pertanggungjawaban organisasi.

Bahkan, kebijakan atau tindakan yang mengatasnamakan Elang Tiga Hambalang dan mempunyai dampak nasional, strategis, hukum, politik organisasi, keuangan, aset, kerja sama kelembagaan, maupun reputasi organisasi wajib memperoleh persetujuan tertulis DPN.

Ketentuan tersebut menunjukkan bahwa ekspansi organisasi tetap ditempatkan dalam satu garis kepemimpinan nasional.

Artinya, sayap-sayap organisasi diberikan ruang bergerak sesuai bidang masing-masing, tetapi arah strategis tetap dikendalikan agar tidak terjadi perbedaan sikap yang membawa nama besar Elang Tiga Hambalang.

H. Safrizal dan Ganda Satria Dharma Tandatangani Keputusan Strategis

Keputusan pembentukan delapan perangkat organisasi tersebut ditandatangani Ketua Umum DPN Elang Tiga Hambalang H. Safrizal bersama Sekretaris Jenderal Ganda Satria Dharma.

Keputusan ini sekaligus menjadi fondasi bagi pengembangan jaringan ETH secara lebih luas dan terorganisasi.

Dari perspektif organisasi, pembentukan sayap dari berbagai sektor merupakan langkah penting menuju konsolidasi nasional. Sebab kekuatan organisasi masyarakat pada akhirnya ditentukan oleh kemampuan menghubungkan struktur kepemimpinan dengan kebutuhan konkret masyarakat di lapangan.

Menuju Kekuatan Sosial Nasional

Langkah besar berikutnya adalah memastikan delapan perangkat tersebut tidak berhenti sebagai struktur di atas kertas.

Kaderisasi, pembentukan kepengurusan daerah, program ekonomi rakyat, advokasi, pendidikan, pelatihan, pemberdayaan, pelayanan sosial, serta konsolidasi anggota akan menjadi ukuran seberapa jauh ETH mampu mengubah kekuatan organisasinya menjadi kekuatan sosial yang nyata.

Apabila konsolidasi tersebut berjalan sampai daerah dan akar rumput, Elang Tiga Hambalang berpeluang berkembang menjadi salah satu jaringan organisasi masyarakat yang diperhitungkan dalam dinamika sosial dan politik kebangsaan.

Pesan politiknya menjadi jelas:

Elang Tiga Hambalang sedang membangun kekuatan bukan hanya dari atas, tetapi dari rakyat dan bersama rakyat.

Dari Hambalang, konsolidasi dimulai.
Dari desa hingga nasional, jaringan diperkuat.
Dan dari berbagai unsur masyarakat, kekuatan kebangsaan dibangun. Rudolf

ELANG TIGA HAMBALANG — MEMPERJUANGKAN, MEMANUSIAKAN, MENYEJAHTERAKAN.

Narasumber Ganda Satria Dharma Sekjen Elang Tiga Hambalang

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *