https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Banten Berduka, Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat K.H. Junaidi bin Tsamar Wafat di Usia Pengabdian

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

SERANG|Kompasindonesianews.com – Banten berduka. Salah satu ulama khos Banten, K.H. Junaidi bin Tsamar, meninggal dunia pada Ahad, 16 Agustus 2026 pukul 08.30 WIB di RSUD Derajat, Serang.

 

Berita wafatnya ulama kharismatik Banten Utara ini mengundang duka mendalam dari masyarakat. Almarhum dikenal sebagai ulama nasional asal Banten yang aktif di kancah keulamaan nasional. Beliau menjabat sebagai Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dan Wakil Katib Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

 

Selain kiprahnya di tingkat nasional, K.H. Junaidi juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum yang berlokasi di Kampung Jati Pulo, Desa Cakung, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang.

 

Jenazah almarhum disholatkan di lingkungan Pesantren Darul Ulum Cakung. Ratusan kiai, para pejabat daerah, dan ribuan jamaah memadati lokasi untuk memberikan penghormatan terakhir. Bupati dan Wakil Bupati Serang turut hadir dalam prosesi tersebut.

 

Dalam sambutannya saat sholat jenazah, Prof. Dr. Asrorun Ni’am Sholeh menyampaikan bahwa almarhum adalah sosok ulama yang “khumul”, rendah hati dan tidak mencari popularitas. Jabatan strategis di MUI yang diembannya selama bertahun-tahun tidak menjadikannya haus akan pengakuan publik.

 

“Beliau adalah ulama yang zuhud dan memilih khumul. Setiap ucapan dan penyampaiannya selalu merujuk pada kitab-kitab klasik turats dengan referensi keilmuan yang sangat kaya. Beliau sosok ulama faqih, ikhlas, aktif, zuhud, dan wara’… Semoga menjadi ahlil jannah,” ujar Prof. Ni’am.

 

Kepergian K.H. Junaidi bin Tsamar meninggalkan duka mendalam bagi dunia pesantren, NU, MUI, dan masyarakat Banten. Nama besarnya dikenang sebagai ulama yang mengabdi dengan ilmu, akhlak, dan ketawadhuan.

 

 

Pewarta: Lulu Zaerina

Keluarga Besar “Raden Aria Wangsakara” Mengucapkan Turut Berduka Cita :

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga amal ibadah almarhum diterima Allah SWT dan diampuni segala dosanya.” (Amin Allahumma Amin).

 

 

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *