DEPOK — kompassindonesianews.com/ Kemerdekaan tidak selalu dirayakan dengan gegap gempita. Kadang, ia hadir dalam bentuk yang jauh lebih sederhana: warga duduk bersama, saling menyapa, tertawa dalam satu tempat di bawah tenda, lalu pulang membawa rasa syukur karena masih bisa hidup berdampingan sebagai satu keluarga besar.
Suasana itulah yang terasa di Perumahan Taman Tanah Baru (TTB), Jalan Taman Tanah Baru, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026.
Mulai pukul 19.30 hingga 22.30 WIB, warga berkumpul di Aula Warga TTB untuk mengikuti malam puncak sekaligus penutupan rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Bagi warga TTB, perayaan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum kemerdekaan menjadi ruang untuk mensyukuri 81 tahun perjalanan bangsa sekaligus mempererat hubungan antartetangga.
Hal itu disampaikan Ustadz Supriyadi Tagih, Lc., selaku Imam Masjid Nurul Faizin di lingkungan kompleks TTB. Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan tahun ini dirancang dengan semangat kebersamaan melalui tema:
“Gerakan TTB ASRI: Mewujudkan Lingkungan Asri, Bersih, dan Guyub di Perumahan Taman Tanah Baru.”
Tema tersebut kemudian diterjemahkan melalui motto “Bersama Merawat Lingkungan, Bersama Meraih Kemerdekaan.”
Ada pesan yang ingin ditanamkan dari rangkaian kegiatan tersebut: kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi juga tentang bagaimana warga mampu merawat lingkungan, menjaga silaturahmi, serta menciptakan ruang hidup yang nyaman dan penuh kepedulian.
Dari Anak-anak hingga Orang Tua, Semua Punya Ruang untuk Berpartisipasi
Rangkaian perayaan HUT RI ke-81 di TTB berlangsung dengan melibatkan berbagai kelompok usia.
Anak-anak dan remaja mendapatkan ruang untuk berkreasi sekaligus berkompetisi melalui berbagai perlombaan, di antaranya mewarnai, balap karung, kelereng, TTB Adventure, futsal, tenis meja, pidato kebangsaan, dan berbagai kegiatan lainnya.
Sementara untuk keluarga dan masyarakat umum, sejumlah kegiatan turut digelar, seperti sepeda hias, menghias tumpeng, kebersihan lingkungan, tenis meja antar-RT, serta fun game.
Tidak berhenti pada perlombaan, warga juga mengikuti jalan pagi bersama sebagai bagian dari kegiatan bersama untuk menjaga kesehatan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Dengan format seperti itu, perayaan kemerdekaan tidak hanya menjadi panggung kompetisi. Anak-anak belajar keberanian dan sportivitas, para orang tua mendapatkan ruang untuk berinteraksi, sementara seluruh warga kembali diingatkan bahwa lingkungan yang nyaman lahir dari kepedulian bersama.
Malam Gebyar Menjadi Titik Temu Seluruh Warga
Setelah berbagai kegiatan dan perlombaan berlangsung, rangkaian HUT RI ke-81 kemudian mencapai puncaknya pada Malam Gebyar.
Malam penutupan diisi dengan makan bersama seluruh warga, menciptakan suasana yang hangat dan akrab di Aula Warga TTB.
Setelah itu, warga mengikuti pengumuman para pemenang sekaligus pembagian hadiah lomba. Suasana semakin semarak dengan hadirnya doorprize menarik yang dibagikan kepada warga yang hadir.
Di tengah kegembiraan itu, yang terasa bukan hanya kemeriahan sebuah acara. Ada sesuatu yang lebih sederhana sekaligus penting: warga kembali duduk dalam satu ruang, bertemu sebagai tetangga, dan merasakan bahwa kehidupan di sebuah perumahan akan jauh lebih indah ketika hubungan antarmanusianya tetap terawat.
“TTB Guyub, TTB Bersatu”
Kegiatan tersebut melibatkan seluruh komunitas permukiman RW 14 Perumahan Taman Tanah Baru, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok.
Bagi Ustadz Supriyadi, kehidupan di lingkungan TTB selama ini terasa sangat nyaman.
Rasa nyaman tersebut, menurutnya, tidak semata-mata lahir dari kondisi tempat tinggal, tetapi juga dari hubungan sosial yang terbangun di antara warga.
Para tetangga dinilai memiliki kepedulian satu sama lain, ramah, serta berusaha mempertahankan semangat kebersamaan yang selama ini menjadi identitas lingkungan.
Semangat itu dirangkum dalam sebuah ungkapan yang sederhana, tetapi kuat:
“TTB Guyub, TTB Bersatu.”
Kalimat tersebut seolah menjadi napas dari seluruh rangkaian perayaan. Sebab sebuah lingkungan tidak akan benar-benar menjadi rumah apabila orang-orang di dalamnya hanya tinggal berdekatan, tetapi tidak saling mengenal dan peduli.
Dari TTB untuk Depok: Lingkungan Asri dan Bebas Banjir
Di balik kemeriahan perayaan, warga TTB juga menyimpan harapan terhadap keberlanjutan pembangunan di Kota Depok.
Ustadz Supriyadi menyampaikan apresiasi terhadap perhatian dan pembangunan yang telah dilakukan Pemerintah Kota Depok.
Namun, warga berharap dukungan pemerintah terus diperkuat, terutama untuk kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari.
“Saya sangat mengapresiasi perhatian dan pembangunan di Kota Depok. Harapan kami kepada Pemerintah Kota Depok adalah agar terus mendukung warga Perumahan Taman Tanah Baru (RW 14, Kel. Tanah Baru, Kec. Beji), khususnya dalam hal pengelolaan sampah terpadu, penataan lingkungan yang asri, serta perbaikan infrastruktur drainase dan fasilitas umum, sehingga perumahan kami tetap bersih, hijau, dan bebas banjir.”
Harapan tersebut menjadi bagian penting dari semangat TTB ASRI.
Sebab lingkungan yang asri bukan hanya persoalan estetika. Kebersihan, pengelolaan sampah, drainase, dan fasilitas umum merupakan bagian dari kualitas hidup warga.
Dari Lingkungan Kecil, Menyimpan Harapan untuk Indonesia
Pada akhirnya, perayaan HUT RI ke-81 di TTB tidak berhenti ketika hadiah dibagikan atau acara ditutup.
Ada harapan yang ingin dibawa pulang dari malam kebersamaan tersebut.
Ustadz Supriyadi berharap momentum kemerdekaan tahun 2026 dapat menjadi pengingat agar bangsa Indonesia terus menjaga persatuan, kedaulatan, dan kesejahteraan.
“Melalui momentum HUT RI ke-81 tahun 2026 ini, saya berharap bangsa Indonesia semakin bersatu, berdaulat, dan sejahtera. Semoga semangat gotong royong dan ‘TTB ASRI’ yang kami terapkan di tingkat RW ini dapat menjadi wujud aksi nyata warga dalam merawat bumi dan memperkuat persatuan Indonesia.”
Harapan itu mungkin bermula dari sebuah lingkungan kecil di Tanah Baru.
Namun justru dari lingkungan-lingkungan kecil seperti inilah wajah Indonesia sesungguhnya dibentuk.
Indonesia bukan hanya tentang gedung-gedung tinggi, jalan raya yang panjang, atau pusat pemerintahan yang megah.
Indonesia juga tentang tetangga yang saling menyapa.
Tentang warga yang mau bergotong royong.
Tentang anak-anak yang belajar berkompetisi tanpa kehilangan persahabatan.
Tentang orang-orang yang menjaga kebersihan tempat tinggalnya karena sadar bahwa bumi bukan milik satu generasi.
Dan tentang sebuah kesadaran sederhana: kemerdekaan akan terasa lebih berarti ketika dirawat bersama.
Malam itu, di Aula Warga TTB, perayaan memang akhirnya ditutup.
Tetapi semangatnya tidak seharusnya ikut selesai.
Karena selama warga masih mau guyub, peduli, bergotong royong, dan menjaga lingkungannya, kemerdekaan akan selalu memiliki tempat untuk tumbuh—dari rumah, dari tetangga, dari lingkungan, lalu menjalar menjadi kekuatan untuk Indonesia.
Penulis:
Burhanudin Fajri, S.Sos., S.Pd.
Zill Samt















