https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Menjelang Muktamar NU ke-35, Kiai Cholil Serukan “Riang Gembira”: Musyawarah Boleh Tegas, Keadaban Jangan Lepas

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

JAKARTAkompassindonesianews.com/ — Di tengah hiruk-pikuk persiapan sebuah forum besar, ada pesan yang terdengar sederhana tetapi justru menjadi fondasi penting: jangan sampai musyawarah kehilangan kesejukan dan persaudaraan.

Pesan itu disampaikan Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH M Cholil Nafis, menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Kiai Cholil mendorong agar muktamar yang dijadwalkan berlangsung 27–31 Agustus 2026 tersebut berjalan dalam suasana damai, sejuk, penuh kebersamaan, sekaligus menjunjung tinggi keadaban warga Nahdliyin. PBNU sebelumnya telah menetapkan Tambakberas sebagai tuan rumah forum musyawarah tertinggi NU tersebut.

“Muktamar ke-35 ini adalah muktamar riang gembira dan keadaban warga Nahdhiyin. NU untuk semua.”

Bagi Kiai Cholil, ungkapan riang gembira dan keadaban bukan sekadar pemanis suasana. Muktamar merupakan ruang tertinggi organisasi untuk mempertemukan berbagai pandangan, merumuskan arah perjuangan, sekaligus menjaga agar perbedaan tidak berubah menjadi jarak.

Terlebih, forum kali ini memiliki makna historis karena menjadi bagian penting perjalanan NU memasuki abad kedua. Karena itu, semangat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah diharapkan tetap menjadi napas dalam setiap pembahasan.

Tambakberas, Pesantren yang Menyimpan Jejak Sejarah

Pemilihan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sebagai lokasi muktamar juga bukan tanpa alasan.

Pesantren tersebut memiliki hubungan sejarah dengan para muassis atau pendiri NU. PBNU menetapkan Tambakberas sebagai tuan rumah melalui rapat gabungan Syuriyah-Tanfidziyah pada Juli 2026.

Di tempat dengan akar sejarah yang kuat itu, agenda organisasi akan mempertemukan utusan dari berbagai penjuru Indonesia untuk membicarakan arah NU ke depan.

Dalam laman resmi Muktamar, forum tersebut disebut sebagai ruang untuk memperkuat ukhuwah, merumuskan arah perjuangan lima tahun mendatang, serta meneguhkan komitmen NU terhadap Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Persiapan Hampir Rampung, Agenda Strategis Menanti

Kiai Cholil menyampaikan bahwa persiapan teknis dan substansi muktamar telah mendekati tahap akhir.

Peninjauan lokasi bersama Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar telah dilakukan. Sementara materi persidangan juga disiapkan, mulai dari Bahtsul Masail Diniyah Waqi’iyah, Maudhu’iyah, dan Qanuniyah, program kerja, hingga rekomendasi organisasi.

Laporan terbaru dari NU Online menyebut kesiapan fisik dan teknis di Tambakberas telah mencapai lebih dari 85 persen setelah peninjauan pada 20 Agustus 2026.

Muktamar juga bukan hanya perkara ruang sidang. Pengamanan disiapkan secara berlapis dengan melibatkan berbagai unsur, sementara kebutuhan akomodasi peserta terus dimatangkan.

Dengan demikian, pesan “riang gembira dan keadaban” datang tepat pada waktunya: ketika sebuah organisasi besar bersiap mempertemukan banyak kepala, banyak gagasan, dan tentu saja banyak harapan.

Sebab dalam tradisi musyawarah, perbedaan bukanlah alasan untuk saling menjauh. Ia adalah jalan untuk menemukan keputusan bersama.

Dan ketika Muktamar ke-35 NU nanti membuka pintunya di Tambakberas, harapan yang paling sederhana barangkali adalah agar perdebatan tetap bernas, keputusan tetap bermartabat, dan persaudaraan tidak pernah kalah oleh kepentingan sesaat.

NU untuk semua—dengan kegembiraan yang beradab, dan perbedaan yang tetap dipeluk dalam persaudaraan.

Sebagai catatan, informasi mengenai agenda dan kesiapan Muktamar dalam laporan ini telah diperkuat dengan keterangan dari kanal resmi NU Online dan laman resmi Muktamar NU. Sementara informasi mengenai keterlibatan Muhammadiyah di sekitar momentum tersebut juga menunjukkan adanya nuansa persaudaraan antarelemen umat; Muhammadiyah Jombang dilaporkan menyiapkan posko dan layanan gratis untuk membantu menyukseskan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.

Penulis:
Burhanudin Fajri

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *