JAKARTA – Kompassindonesianews.com Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) adalah wadah bagi para pengusaha ekspor di seluruh Indonesia yang berkomitmen untuk memajukan industri perdagangan internasional, memperkuat daya saing produk lokal, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui aktivitas ekspor yang berkelanjutan.
Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) resmi menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Tahun 2026 di Hotel Merlyn Park, Jakarta, pada Senin (24/8). Acara strategis yang mengusung tema “Peran Aktif GPEI Meningkatkan Ekspor Nasional dan Devisa Negara” ini juga menghadirkan lebih dari 30 pengusaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), di antaranya brand sebagai berikut :
– Madu K-499 (bang Arul – Jakarta)
– Betawi Punye Gaye (mpok Aisah – Jakarta)
– Kiniie (mbak Merry – Jakarta)
– Kesbi Roasted (teh Yelly – Serang)
– PKBM Cemerlang (bu Anna – Wonosobo)
– dan masih banyak lagi pengusaha UMKM dari wilayah Indonesia lainnya.

Kementerian Perdagangan yang hadir dalam acara tersebut turut menyampaikan apresiasinya. Pemerintah menegaskan akan terus mendukung penuh lewat kebijakan kemudahan ekspor, fasilitasi pameran luar negeri, dan pelatihan digitalisasi bagi UMKM agar siap bersaing di rantau global.
(Foto 2)
Mpok Aisah (Brand Betawi Punye Gaye) mengatakan bahwa Keterlibatan pengusaha UMKM dalam Rakernas tahun ini adalah langkah nyata untuk memberikan motivasi sekaligus peta jalan bagi pengusaha kecil agar bisa “naik kelas”.
Aisah juga berharap GPEI siap memberikan pendampingan, mulai dari standardisasi produk, pemenuhan dokumen legalitas, hingga membuka akses jaringan ke pembeli (buyer) internasional, ungkapnya.
Selain upacara pembukaan, daya tarik utama Rakernas I ini adalah sesi Dialog Interaktif yang mempertemukan langsung para peserta, undangan, dan anggota GPEI dengan para pemangku kebijakan strategis. Sesi ini menjadi wadah diskusi interaktif untuk mengupas tuntas solusi hambatan ekspor, simplifikasi regulasi, hingga strategi peningkatan daya saing komoditas lokal di pasar global.
Acara ini dihadiri oleh jajaran kepengurusan inti GPEI se-Indonesia serta deretan pejabat tinggi lintas kementerian dan lembaga negara yang bertindak sebagai pembicara utama, antara lain:
• Menteri Perdagangan RI, yang memberikan Keynote Speech sekaligus membuka secara resmi RAKERNAS GPEI Tahun 2026.
• Menteri Keuangan RI, yang menyampaikan Keynote Speech terkait kebijakan fiskal pendukung ekspor.
• Ketua Umum KADIN Indonesia, yang memberikan sambutan arah kebijakan dunia usaha.
• Dr. Abdul Kadir Karding, S.Pi., M.Si. – Kepala Badan Karantina Indonesia.
• Letjen TNI (Purn.) Djaka Budi Utama, S.T., M.T. – Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan RI.
• Fajarini Puntodewi, S.H., M.Si. – Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan RI.
• Ir. Muhammad Masyhud, S.T., M.T. – Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan RI.
• Danang Girindrawardana, S.I.P., M.P.A. – Dewan Pakar APINDO.
Diskusi interaktif tersebut berjalan dinamis dipandu oleh Redma Gita Wirawasta (Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia – APSBFI) selaku moderator. Melalui sinergi kuat antara pemerintah, pengurus GPEI, dan pengusaha UMKM ini, diharapkan volume ekspor nasional dapat terus digenjot demi meningkatkan devisa negara.
Melalui Rakernas I ini, GPEI berharap tercipta kolaborasi konkret antara eksportir skala besar dan pengusaha UMKM. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat rantai pasok ekspor Indonesia, meningkatkan volume perdagangan luar negeri, dan membuktikan bahwa produk lokal memiliki kualitas yang diakui dunia.
Bahrul Ulum DS, S.E.,















