Kabupaten Sleman – KompassIndonesianews.com Program Sleman Produktif menjadi topik utama dalam Talkshow Pasar Bela Negara yang digelar di Lapangan Pemda Sleman pada, Jumat pagi 28 Agustus 2026. Kegiatan PBN ini diselenggarakan oleh Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tersebut menghadirkan nara sumber yaitu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhyi Darmaji, S.Ag.,M.Pd.I.
Mengusung tema ” Sleman Produktif Usaha Makin Aktif “, talkshow membahas program pemberdayaan ekonomi yang ditujukan bagi pelaku usaha ultra mikro agar mampu mengembangkan usahanya secara prodiktif dan berkelanjutan.

” Muhyi Darmaji menjelaskan, Sleman Produktif ini merupakan program BAZNAS Kabupaten Sleman yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi mustahik melalui pengembangan usaha,” jelasnya.
Lanjutnya, program tersebut tidak hanya memberikan bantuan permodalan, tetapi juga pendampingan agar bantuan dapat dikelola secara optimal dan memberikan dampak terhadap perkembangan usaha.
Lebih lanjut, ia menambahkan program ini tidak berhenti pada pemberian modal saja, kami juga memberikan pendampingan agar penerima manfaat dapat mengelola bantuan dengan baik dan mengembangkan usahanya,” tambahnya lagi.
” Dalam talkshow tersebut, masyarakat juga mendapatkan informasi mengenai kriteria penerima manfaat, mekanisme pengajuan, tata kelola bantuan, hingga proses pendampingan.
Program Sleman Produktif ditujukan bagi masyarakat yang memenuhi kriteria sebagai mustahik, dan memiliki usaha yang berpotensi untuk dikembangkan.
Tambahnya, calon penerima manfaat terlebih dahulu melalui proses surve dan verifikasi untuk memastikan kelayakan serta kebutuhan bantuan. Mekanisme tersebut dilakukan agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memiliki potensi mengembangkan usahanya.
Ketua BAZNAS Sleman menegaskan, pendampingan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Program Sleman Produktif.
” Penerima manfaat mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan usaha, manajemen kelompok, pencatatan keuangan, pengembangan produk, hingga pemantauan perkembangan usaha.
Pendampingan tersebut diberikan secara gratis, pemdampingan membantu penerima manfaat mengelola bantuan sekaligus memperkuat sistem usaha yang telah berjalan.
Melalui talkshow ini, masyarakat diajak memahami bahwa pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan tambahan modal. Pengelolaan keuangan, kualitas produk, penasaran, manajemen usaha, serta kemapuan menjaga keberlanjutan bisnis menjadi faktor penting agar usaha dapat berkembang.
Kata Darmaji, Program Sleman Produktif menggabungkan stimulan permodalan dengan pendampingan usaha. Melalui pendekatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sleman mendorong penerima manfaat tidak hanya mampu mempertahankan usaha, tetapi juga berkembang menjadi pelaku usaha yang lebih mandiri dan produktif.
Darmaji juga menambahkan saat ini, kami dari BAZNAS Kabupaten Sleman sudah lebih dari 300 pelaku usaha UMKM yang sudah kami bantu dan bantuan tersebut sampai tiga kali kami berikan agar mereka mandiri,” tutupnya.
(Joni)
















