Banjarnegara.jateng Kompassindonesianews.Com Dalam menumbuhkan sinergitas anta orangtua wali murid maupun siswa didik dengan sekolah, SMP Negeri 2 Bawang laksanakan kegiatan Parenting dan Sosialisasi Program Sekolah (PSPS)
Kegiatan dengan mengusung tema Membangun sinergi orangtua dan Sekolah dalam membentuk karakter hebat anak,ini diadakan dan dilaksanakan di Gedung sekolah SMP Negeri 2 Bawang pada Sabtu (12/9/2026) dengan dihadiri para wali murid, dan pihak sekolah.
Sejumlah wali murid saat ditemui wartawan usai acara mengungkapkan
“Ya memang betul ini adalah musyawarah bersama antar awali murid dan pihak sekolah, dan acara ini membahas kegiatan kegiatan non akademis di sekolah yang biasa dikenal dengan Kegiatan ekstrakurikuler,,
“Kalo tujuannya bagus, Dan semua yang hadir juga setuju, “Karena kan kegiatan yang diprogramkan ini demi prestasi anak anak kami, “Yang namanya program positif, “Ya kami kami support dan mendukung, “Memang sih anak usia yang masih duduk di bangku sekolah SMP ini kan sangat rentan dengan pergaulan ataupun yang sifatnya negatif,
“Nah dengan adanya kegiatan positif yang rutin maka. “Anak anak kami fokus dengan kegiatan. “Baik belajar maupun kegiatan yang sifatnya positif dari kegiatan Non akademis ini. “Jadi mereka fokus belajar dan mengurangi pergaulan yang buang buang waktu yang dapat memicu mereka melakukan hal hal yang negatif, “Dengan kegiatan ini juga guna spirit untuk siswa lebih maju pintar dan bertalenta,kata sejumlah wali murid SMP Negeri 2 bawang usai acara kepada wartawan.
Selanjutnya. Rochmat Kuncoro
Kepala sekolah SMP N 2 Bawang Banjarnegara saat ditemui wartawan sabtu (12)9/2026) usai acara mengatakan, “Alhamdulillah saya menjalankan tugas di SMP Negeri 2 bawang ini sudah jalan sekira 5 bulan dan pada sebelumnya saya bertugas di SMP Negeri 3 bawang “Di sini diberi kesempatan untuk mengemban amanah di sekolah ini, “Yang tentunya jauh lebih besar daripada sekolah saya bertugas sebelumnya “Tapi kami mempunyai rencana kegiatan ke depan sesuai dengan identitas sekolah SMP 2 bawang ini, Bahakan diketahui sangat berprestasi di bidang non akademis. Namun demikian prestasi akademis juga harus seiring sama sama dikembangkan. “Jelasnya.
Untuk prestasi-prestasi di bidang non akademis dibidang cabang-cabang olahraga, “Cabang olah raga tersebut diantaranya, “Bola voli dan ada yang baru yaitu, “Olah raga karate. “Mudah-mudahan ke depannya yang kita targetkan itu terwujud, mengikuti lomba di tingkat provinsi.
Untuk tahun ini ditingkat provinsi hanya satu cabang karate, semoga kedepannya bisa begitu lagi “cabang olah raga sebenarnya untuk semua kegiatan non akademis ini mempunyai nilai lebih untuk lebih memfokuskan anak-anak supaya lebih senang belajar dan belajar di sekolah, “Karena dengan pengaruh pergaulan ini sangat sulit sekali kita filter, “Bagaimana caranya kite memfilter sesuai dengan apa yang seharusnya kita kerjakan diantaranya dengan maraknya kebebasan berkomunikasi..”ungkapnya
Karena di tingkat anak-anak SMP ini kan juga menginjak masa remaja, Nah dari situ kita wajib melakukan kegiatan positif, Sehingga mereka dibiasakan berkegiatan di sekolah
Saya berharap segala kegiatan positif utuh dapat mengurangi dampak-dampak negatif yang mungkin akan timbul dan terjadi, Maka, menghindari itu kita lakukan giat giat yang positif agar mereka semangat belajar.
Kami juga berkomitmen meningkatkan sisi pelayanan sekolah terhadap siswa dan warga masyarakat, dengan cara pihak sekolah memberikan keleluasaan sebesar-besarnya, “Masyarakat untuk memberikan kontribusi memberikan masukan kepada sekolah lewat jalur-jalur yang ada,
“Semua masukkan-masukan dari masyarakat harus ditampung dan di evaluasi mana guna perbaikan perbaikan.
Dan dari sisi non akademis juga kami perlu m membenahi diri terutama yang kegiatan rutin itu, “misalnya, “anak-anak yang berprestasi, dan sekali lagi saya sampaikan bahwa, “Harapan saya karena masa tugas saya ya mungkin hanya satu semester ini,maka fondasi atau landasan yang sudah terbangun selama ini bisa diteruskan.kepada kepala sekolah selanjutnya, “dan yang inti adalah sebagai balancing ini untuk masukkan dari masyarakat, karena ini sangat dibutuhkan untuk kemajuan sekolah, “Harapnya.
Karena kita masih menggunakan perundangan perundangan yang sama bahwa masyarakat diberi keleluasaan untuk menyumbangkan kepada sekolah eh lewat jalur komite maupun paguyuban.
Menanggapi perihal ketika musyawarah yang sering kali terjadi diforum iya dibelakang tak setuju, maka yang pertama harus dinetralisir dulu harus diberi pemahaman yang sama
“Tidak ada istilah wajib, Yang namanya sumbangan itu jumlahnya tidak terbatas dan waktunya juga tidak terbatas.
“Musyawarah itulah yang menentukan bagaimana mekanisme sumbangan itu yang langsung dikelola oleh mereka. Ssementara yang sudah beredar di masyarakat tentang sumbangan itu mungkin karena memang belum sempurnanya pemahaman yang diterima oleh masyarakat tentang konsep pendidikan gratis.
Pendidikan gratis itu jelas ada undang-undangnya bahwa biaya operasional sekolah yang sudah ditanggung oleh dana BOS, dan itu saja tidak mencukupi oleh karena kegiatan-kegiatan yang tidak didanai BOS, maka tetap saja sumbangan dari wali murid itu tetap kita berikan seluas-luasnya sesuai prosedur yang ada,sesuai kesepakatan kita Karena yang penting ini kesepakatan itu.
dan kesepakatan itu jelas pola nya.” Terangnya.kepada wartawan.
Masyarakat harus lebih edukasi tentang konsep pendidikan di negara kita jangan sampai kita tidak tahu konsep yang sebenarnya, “sehingga hanya kita makan mentah saja, “pendidikan gratis sekolah Negeri dilarang, mungut, “kalau memungut memang enggak boleh ,”Pungkasnya.
Red/Setiawan















