https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Hadiri Peringatan HPS 2026, Bupati Sleman Tegaskan Inovasi Digital Menjadi Salah Satu Langkah Memperkuat Sektor Pangan Daerah

Sleman| Kompassindonesianews.com— KompassIndonesianews.com, Pemerintah Kabupaten Sleman memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) Tahun 2026 di halaman Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman, Rabu (21/10/2026). Dalam rangkaian acara tersebut, dilakukan penyerahan bantuan dan penghargaan kepada pelaku sektor pertanian, pangan, dan perikanan, serta peluncuran aplikasi Sistem Informasi Rantai Pasok dan Pemasaran Pertanian dan Perikanan (SOPIKAN).

Peringatan HPS 2026 mengusung tema “Innovate today, Nourish tomorrow”. Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan bahwa inovasi digital menjadi salah satu langkah memperkuat sektor pangan daerah.

“Hadirnya inovasi digital ini merupakan salah satu langkah untuk memperkuat tata kelola informasi, memperluas akses pemasaran, dan meningkatkan daya saing produk pertanian serta perikanan Kabupaten Sleman,” kata Harda Kiswaya.

Menurut Bupati, digitalisasi informasi rantai pasok dan pemasaran penting untuk memastikan produk petani dan pembudidaya ikan menjangkau pasar, bernilai jual layak, dan memberikan keuntungan yang sepadan. Melalui SOPIKAN, informasi mengenai potensi pertanian dan perikanan Sleman diharapkan lebih mudah diakses dan dimanfaatkan para pemangku kepentingan.

“Kehadiran sistem informasi ini diharapkan dapat membantu mempertemukan potensi produksi dengan kebutuhan pasar, memperkuat komunikasi antara produsen dan calon pembeli, serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi para pelaku usaha pertanian dan perikanan,” ujarnya.

Bupati juga berharap keterhubungan produsen dan pasar yang semakin baik dapat mengurangi ketidaksesuaian antara jumlah produksi dan kebutuhan pasar, sekaligus memperluas peluang pemasaran.

“Mari kita jadikan SOPIKAN sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat rantai pasok dan pemasaran pertanian serta perikanan, membangun kemitraan yang lebih luas, dan mendorong terwujudnya sistem pangan Kabupaten Sleman yang semakin tangguh, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia mengajak semua pihak menjadikan peringatan HPS 2026 sebagai momentum memperbarui tekad bersama untuk bekerja keras dan bahu-membahu memastikan Sleman mampu memenuhi kebutuhan pangan seluruh warganya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Liem Astuti, menjelaskan bahwa tema HPS tahun ini menegaskan perlunya transformasi sistem pertanian pangan, mulai dari cara menanam, mengolah, hingga mengonsumsi makanan.

“Tujuannya menciptakan sistem pangan yang efisien, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, sekaligus menegaskan bahwa pangan merupakan hak dasar manusia yang menentukan kualitas generasi penerus,” ujar Liem Astuti.

Ia memaparkan bahwa Kabupaten Sleman telah melakukan berbagai aksi lokal, mulai dari penanaman padi dengan sistem PMHAS hingga inovasi di tingkat kampung dan rumah tangga yang mengolah produk lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

“Hal ini menunjukkan bahwa pasokan pangan stabil, akses ekonomi dan fisik mudah, harga terkendali, distribusi optimal, serta pola konsumsi yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman,” katanya.

Liem Astuti menambahkan, HPS merupakan momentum refleksi sekaligus aksi kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sleman dan para pemangku kepentingan pertanian. Kolaborasi itu diarahkan untuk terus memperkuat ketahanan pangan, transformasi pertanian ramah lingkungan, rantai pasok yang adaptif, pengurangan pemborosan makanan, serta dukungan terhadap produk pangan lokal.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Sleman menyerahkan secara simbolis bantuan alat pertanian yang terdiri dari :
1. 29 Hand sprayer electric unit, kepada KWT Sleman
2. 1 paket alat pengolahan kopi kepada Kelompok Tani Dadi Makmur
3. Pemenang lomba evaluasi medic veteriner & paramedic veteriner
4. Pemberian apresiasi bagi kelompok tani, kelompok wanita tani yang berprestasi berupa paket (mulsa, bibit, pupuk)
5. Pemberian 20 posluhkal di Kabupaten Sleman.

 

(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *