BENGKULU – Kompassindonesianews.Com Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu terus memperkuat peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) sebagai salah satu upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan dan pembiayaan sektor jasa keuangan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk membuka peluang masyarakat dan pelaku usaha memperoleh akses pembiayaan yang lebih mudah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi produktif di daerah.
Upaya penguatan TPAKD ini sejalan dengan hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TPAKD 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis (22/10/2026), dengan mengusung tema “Percepatan Akses Keuangan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia.”
Rakornas tersebut dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, bersama OJK, pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengembangan akses keuangan di daerah.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo memberikan apresiasi kepada OJK, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan seluruh pihak yang dinilai telah berkontribusi dalam membangun serta mengembangkan TPAKD di berbagai wilayah Indonesia.
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan bahwa pengembangan TPAKD turut mendukung agenda Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam pemerataan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Secara nasional, TPAKD telah terbentuk di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota, dengan total mencapai 552 TPAKD.
Berbagai program telah dijalankan untuk memperluas akses pembiayaan masyarakat dan pelaku usaha, meningkatkan kepemilikan rekening bagi pelajar, hingga memperluas layanan keuangan ke wilayah perdesaan.
Salah satu program yang mencatat capaian besar adalah Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR). Program tersebut telah menyalurkan kredit sebesar Rp64,85 triliun kepada 2,28 juta debitur.
Selain itu, program Kredit/Pembiayaan Sektor Prioritas telah mencatat penyaluran pembiayaan sebesar Rp5,41 triliun kepada lebih dari 103 ribu debitur.
Bengkulu Fokus Dorong UMKM
Di Bengkulu, penguatan TPAKD diarahkan agar semakin sesuai dengan potensi ekonomi dan kebutuhan masyarakat setempat. Salah satu fokusnya adalah memperluas akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pelaku usaha lokal.
Kepala OJK Provinsi Bengkulu, Ayu Laksmi Syntia Dewi, mengatakan penguatan TPAKD membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah dan industri jasa keuangan.
«“Penguatan TPAKD perlu diarahkan pada pengembangan program yang sesuai dengan potensi ekonomi dan kebutuhan masyarakat di daerah. Kami terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah dan lembaga jasa keuangan untuk memperluas akses pembiayaan, mendukung pengembangan usaha produktif, serta memastikan masyarakat dapat memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara optimal guna meningkatkan kesejahteraan,” ujar Ayu.»
Sementara itu, capaian TPAKD Kabupaten Bengkulu Selatan yang berhasil masuk nominasi TPAKD Terbaik Tingkat Kabupaten Wilayah Sumatera dalam TPAKD Award 2026 menjadi salah satu momentum bagi Bengkulu untuk terus mengembangkan program akses keuangan berbasis potensi daerah.
Penguatan TPAKD diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah masyarakat yang terhubung dengan layanan keuangan formal, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap pengembangan UMKM, penciptaan kegiatan ekonomi produktif, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
OJK Provinsi Bengkulu memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait akan terus diperkuat. Dengan kolaborasi tersebut, akses pembiayaan diharapkan semakin luas dan tepat sasaran sehingga masyarakat Bengkulu memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan perekonomian keluarga.
Fer. A (mimi)














