SLEMAN – KompassIndonesianews.com Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sleman, mengadakan FKUB sapa pelajar dengan mengambil tema ” Pelajar Sleman Guyub Rukun, Damai Tanpa Kekerasan ” bertempat di Aula SMP Negeri 03 Gamping, Sleman, Selasa 27 Oktober 2026.
Selain ditempat ini, kegiatan yang sama juga akan dilaksanakan di SMP Negeri 04 Pakem pada tanggal 28 Oktober 2026 dan selanjutnya akan diadakan di dua lokasi pada bukan November 2026.

” Kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya menjaga kerukunan dan memperkuat persatuan, moderasi beragam menjadi salah satu aspek penting yang perlu ditanamkan sejak usia dini khususnya kepada generasi muda.
Moderasi beragam mendorong tumbuhnya sikap adil, seimbang, toleran, menghargai perbedaan, serta menolak segala bentuk kekerasan atas nama agama maupun perbedaan lainnya.
” Nilai – nilai tersebut perlu diimplementasikan dalam kehidupan sehari – hari termasuk di lingkungan pendidikan.
Hal tersebut dispaikan oleh Kepala Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sleman, Muhamad Aji Wibowo, melalui Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Ketahanan Nasional Bakesbangpol Kabupaten Sleman, Dwijo Anggono.
Lanjutnya, pelajar tingkat SMP berada pada fase perkembangan yang penting dalam pembentukan karakter, pola pikir, dan perilaku sosial. Pada fase ini, pelajar perlu dibekali pemahaman mengenai pentingnya menghargai keberagaman, membangun hubungan yang positif dengan sesama, serta menyelesaikan perbedaan melalui dialog dan cara – cara yang damai.
Di sisi lain, perilaku perundingan (bullyiing), diskriminasi, intoleransi, dan berbagai bentuk kekerasan di lingkungan sekolah masih menjadi tantangan yang memerlukan perhatian kita bersama,” jelasnya lagi.
Ia menambahkan, perilaku perundingan tidak hanya berdampak terhadap kondisi psikologis dan sosial peserta didik, tetapi juga dapat menghambat terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan inklusif.
” Oleh karena itu, upaya membangun kerukunan antar pelajar perlu disertai dengan penanaman nilai toleransi, empati, penghormatan terhadap martabat manusia, serta penolakan terhadap segala bentuk kekerasan.
Dalam kegiatan sapa pelajar ini, kami bekerjasama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sleman semoga ini menjadi sarana edukasi dan dialog untuk meningkatkan pemahaman pelajar mengenai moderasi beragama, memperkuat sikap toleran dan saling menghormati, serta menumbuhkan kesadaran guna mencegah perilaku perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah.
” Melalui kegiatan ini, diharapkan terwujud generasi muda Kabupaten Sleman yang mampu menghargai perbedaan, menjungjung tinggi nilai – nilai kemanusian, menjaga kerukunan, dan berperan aktif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, damai, serta bebas dari segala bentuk kekerasan, sesuai dengan tema ” Pelajar Sleman Guyub Rukun, Damai Tanpa Kekerasana,” ucapnya.
” Dalam acara sapa pelajar ini, turut dihadiri lima orang narasumber yakni : Amir Husni, S.Pj.,MP, dari FKUB Kabupaten Sleman yang menyampaikan materi peran FKUB nilai moderasi dan tata nilai budaya lokal. Sedangkan Tri Wahyudi, dari Kemenag Kabupaten Sleman menyampaikan materi penguatan moderasi beragama bagi pelajar dalam mewujudkan kerukunan dan toleransi.
Sedangkan Muhammad Nasrullah dari FKUB Kapanewon/Kecamatan Gamping menyampaikan materi, menumbuhkan kerukunan dan toleransi dalam keberagaman di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Satgaswil DIY Densus 88 AT Polri menyampaikan materi, pencegahan radikalisme dan intoleransi di kalangan pelajar.
Dan, Dr. Khoirul Anam, S.H.,M.Si, seorang akademisi menyampaikan materi, penguatan nilai Pancasila dan kebhinekaan dalam membangun kerukunan serta mencegah intoleransi dikalangan pelajar.
(Joni)














