https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Galian Tanah Proyek Saluran di Rawa Badung, Cakung Jaktim Dikeluhkan Warga, Sudah Dua Hari Terbengkalai di Tengah Jalan

Jakarta, Kompassindonesianews.com — Pekerjaan Konstruksi Saluran di Jalan Swadaya, Kampung Rawa Badung, RT 001 RW 013, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, dikeluhkan warga sekitar. Pasalnya, galian tanah dari pekerjaan proyek tersebut dilaporkan sudah dua hari dibiarkan menumpuk di tengah jalan dan belum diangkut, sehingga menyulitkan aktivitas masyarakat yang melintas.

Proyek yang dikerjakan oleh penyedia jasa konstruksi PT Mulia Graha Parulian itu memiliki nilai kontrak sebesar Rp1.187.078.400.

Berdasarkan pantauan Kompass Indonesia pada Selasa (27 Oktober 2026), tumpukan tanah bekas galian yang berada di tengah jalan mengganggu akses warga. Kondisi tersebut menyulitkan pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun pengendara kendaraan roda dua yang hendak melintas di lokasi.

Warga sekitar pun mengeluhkan kondisi tersebut karena material tanah yang belum diangkut menghambat kelancaran aktivitas sehari-hari. Penanganan material bekas galian dan pengaturan area pekerjaan dinilai penting agar kegiatan konstruksi tidak menimbulkan gangguan berkepanjangan bagi masyarakat.

Selain persoalan galian tanah yang dibiarkan di tengah jalan, berdasarkan hasil pantauan di lokasi, pelaksana proyek tidak terlihat berada di tempat saat dilakukan peninjauan.

Upaya konfirmasi juga telah dilakukan kepada pihak pelaksana melalui pesan WhatsApp. Namun, hingga berita ini disusun, pesan konfirmasi tersebut belum mendapat jawaban.

Hal serupa terjadi saat Kompass Indonesia berupaya meminta keterangan dari Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Kasudin SDA) Jakarta Timur, Abdul Rauf Gafar, melalui pesan WhatsApp. Konfirmasi yang disampaikan belum memperoleh tanggapan.

Demikian pula dengan Tengku Saugi Zikri, Kepala Seksi Pembangunan dan Peningkatan Drainase Sudin SDA Jakarta Timur, yang turut dikonfirmasi melalui WhatsApp, tetapi belum memberikan jawaban hingga berita ini diterbitkan.

Belum adanya tanggapan dari pihak terkait membuat sejumlah hal masih perlu diklarifikasi, termasuk alasan galian tanah belum diangkut selama dua hari, langkah penanganan gangguan akses jalan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Masyarakat berharap pihak penyedia jasa dan Sudin SDA Jakarta Timur segera mengambil langkah konkret untuk menyingkirkan tumpukan tanah dari badan jalan serta memastikan pekerjaan berlangsung dengan memperhatikan keselamatan dan kenyamanan warga.

(Dedy Budiman)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *