https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

KOMISI DAKWAH MUI PUSAT ANJANGSANA KE PONDOK MUMTAZA

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kompassindonesianews

Banjarnegara-Rombongan komisi Dakwah MUI pusat baru-baru ini mengunjungi pesantren Mumtaza Banjarnegara di Prapas Gumiwang (24/8) dalam rangka safari dakwah dan silatirahim. Ini menjadi sebuah kehormatan bagi Mumtaza dikunjungi ketua Komisi Dakwah MUI, KH. Abdul Muniem Ritonga S. H MH bersama dua anggotanya yakni DR.Candra Lubis, LC MA dosen UIN Jakarta dan DR Adimansyah, LC MA Dosen Uiversitas Muhammadiyah Jakarta.

Rombongan disambut oleh Pimpinan Pesantren Mumtaza KH. Afit J Nurcholis MA dan seluruh santri serta asatidz di Masjid Muhammad Alfatih. Dalam sambutannya, Pimpinan Mumtaza menyampaian selayang pandang sejarah berdirinya Mumtaza dan empat inti kurikulum Mumtaza yakni Adab Islami, alQuran, Bahasa Arab dan Inggris serta kompetensi life skills dan soft skills.
Para santri sangat antusius menyimak nasihat Ketua Komisi Dakwah MUI, KH Abdul Muniem, SH MH yang merupakan mantan Diplomat di 5 negara. Beliau bertutur pentingnya bercita-cita tinggi dan semangat untuk mewujudkannya. Selanjutnya Tausiyah dilanjutkan oleh DR. Adimansyah tentang fadhilah menjadi ahli Quran.
Para tamu berkesempatan menyaksikan kemampuan bahasa Arab santri Mumtaza tahun kedua yang telah menguasai 2500 kata lengkap dengan nahwu dan sharafnya serta menyimak 5 kemampuan Alquran para santri yakni, mengahafal, menterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Arab, menukisnya serta menafsirkannya.

Acara kunjungan ditutup dengan ramah tamah di balakon asrama Mumtaza bersama pimpinan dan para asatidz.
“Keluarga besar Mumtaza sangat mengapresiasi kerawuhan Komisi Dakwah MUI Pusat. Semoga terjalin silaturahim yang erat antara Pesantren Mumtaza dengan komisi Dakwah MUI pusat. Mumtaza tahun ini genap berusia 2 tahun dan mendidik ratusan santri dari berbagai daerah di Indonesia,” jelas KH. Afit J Nurcholis.

Aulia

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *