Kompasindonesia.com
Banjarnegara – Puluhan warga Desa Jenggawur Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara, menggelar unjukrasa. Mereka protes kurangnya keterbukaan keuangan oleh pengurus tambang Galian C.
Warga merasa geram dengan sikap pengurus yang baru karena tidak ada keterbukaan tentang dana yang telah masuk dan keluar yang berkaitan dengan penambangan milik Desa Jenggawur yang berlokasi di Desa Jenggawur, Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara. Untuk itu masyarakat meminta kedepannya ketrasparanan terkait dengan pengelolaan keuangan beserta dengan pengurusannya.
Puluhan warga Desa Jenggawur, yang mengatasnamakan Masyarakat ini mendatangi Gedung Balai Desa lama di wilayah Desa Jenggawur untuk menunjukkan aspirasinya terhadap pengurus. Dalam pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Bapak Pranyoto selaku Kepada Desa Jenggawur, Bapak AKP Suharno SH selaku kapolsek Banjarmangu, dan Bapak Danramil Kapten Inf Bambang Aprianto.
Salah seorang warga Desa Jenggawur mengatakan mereka tidak menolak dengan adanya kepengurusan yang sudah berjalan, namun mereka meminta untuk keterbukaan anggaran dana, baik pemasukan maupun pengeluaran dan untuk keperuntukannya.
“ Aksi ini kami lakukan karena sudah dari tahun 2019 sampai sekarang tidak ada keterbukaan dari kepengurusan terhadap kita.” Ucap Rahmad, di lokasi unjuk rasa, Jumat (14/10/2022).
Selain itu warga juga mempermasalahkan tentang pengelolaan Uang Depo kenapa diatasnamakan pribadi atau perorangan, warga juga meminta audit dari pidah luar untuk kepengurusan saat ini.
Dijumpai awak media Kompas hari Kamis, 20 Oktober 2022 Bapak Kades mengatakan terkait masalah kemarin itu bukan demo, tetapi sebagian masyarakat ingin tau kejelasannya terkait masalah ketrasparanan keuangan oleh pengurusan saat ini dan juga terkait masalah pengadaan unit Mobil yang tidak semua masyarakat tahu.
Bapak Kades juga mengatakan bahwa beliau tidak ikut serta dalam permasalahan tersebut. Pada saat kegiatan tersebut Baik kepala Desa maupun perangkat tidak diberikan waktu untuk berbicara, untuk itu saya serahkan masalah ini kepada pengawas dan kepengurusan. ujarnya
(Desi)














