https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Heru Cipto Nugroho : Kampanye Pembagian Sembako Dan Uang  Pecitraan Mengajarkan Rakyat Sebagai Peminta – Minta

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Kompassindonesianews, Jakarta , – Pengamat Sosial Politik Cinta Negera Indonesia (CN Indonesia ) Heru Cipto Nugroho biasa disapa Heru CN berpendapat bahwa menjelang pesta demokrasi pemilu serentak 2024, sudah dipastikan hampir setiap Calon Anggota Legislatif ( Caleg) DPR RI, DPD, DPRD, dan Pilkada serta Pilpres itu melakukan  Kampanye Pembagian Sembako dan Uang untuk Pencitraan.
“Menurut saya sebagai pengamat politik sangat ironis kampanye politik dengan pembagian sembako dan uang untuk pencitraan, pasalnya hal itu sama saja mengajarkan rakyat sebagai peminta – minta,” ujar Heru CN saat diwawancarai sejumlah awak media massa, Kamis (23/3/2023)  di Kantornya Ruko Jatibening Kota Bekasi.
Lebih lanjut Heru CN sebagai pengamat politik menyayangkan tindakan yang diduga dilakukan oleh para Caleg, Kepala Daerah dan  Capres yang masih saja melakukan kampanye disaat jelang pileg, Pilkada dan pilpres 2024 dengan membagi-bagikan sembako dan uang pada saat berkunjung di wilayah dapilnya masing -masing.
“Pembagian sembako dan uang itu pastinya pakai dana yang berasal dari pos anggaran operasionsl  jika para Caleg, para Kepala Daerah dan Capres khususnya yang saat ini masih menjabat, karena memang faktanya pembiayaan itu adalah  hak  Anggota DPRD, DPD, DPR RI, Kepala Daerah dan Presiden yang telah diatur dalam Undang-Undang,” ungkap Heru CN.
Kemudian Heru CN saat disinggung terkait bagaimana solusi strategi kampanye yang baik dan benar untuk mendidik rakyatnya? Heru CN menjawab bahwa pertama -tama para Caleg, Kepala  Daerah dan Capres seharusnya tinggalkan kampanye cara-cara lama dengan bagi-bagi sembako, pembagian uang ( amplop ), maka solusinya  strategi kampanye yang baik dan benar itu adalah harus disesuaikan dengan komunitas, tradisi, budaya dan keseharian rakyat di daerah pemilihan masing-masing.
“Karena menurut saya selaku pengamat Sospol gaya kampanye pada pemilu 2014 ini, lebih variatif, modifikatif dan aktraktif, sehingga gaya strategi kampanye saat ini untuk mendapatkan dukungan rakyat itu harus disesuaikan dengan  kondisi rakyatnya di daerah masing-masing seperti dengan memanfaatkan Media Online, Televisi striming lewat Youtube,  Media Sosial ( Medsos) yakni : FB, Twiter, Instragram serta dengan pasang Benner door to door dan terbukti sangat efektif biaya relatif murah,” tutur Heru CN.
Lanjut Heru CN memang para Caleg, Kepala  Daerah dan Capres menuju pemilu serentak 2024, diwajibkan menggunakan Media yang ada saat ini, baik konvensional maupun modern.
Selain itu para Caleg, Kepala Daerah dan Capres  harusnya Kampanye itu persoalan program kerja, dengan memberi  solusi program kerja Pemerintah yang madek untuk kesejahteraan rakyatnya.
“Sebab menurut saya selaku pengamat Sospol pada saat ini kampanye  tidak lagi kecendrungan mengerahkan massa, aral-arakan, bagi-bagi sembako, pidato di depan ribuan massa pendukungnya dalam sebuah lapangan,”ucapnya.
Selanjutnya Heru CN menegaskan coba KPU dan  Bawaslu bertindak tegas melarang kampanye dengan  politik uang  tidak pilih kasih kepada siapapun itu Caleg, Kepala Daerah dan juga Capresnya.
“Apalagi sekarang ini belum waktunya kampanye sudah pada kampanye, nah seharusnya tugas KPU dan Bawaslu segera melarangnya jangan pandang bulu dan pilih kasih, ” pungkasnya.
Editor : (Red/Alam/Jaja)
NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *