https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Heru Cipto Nugroho : Koalisi Besar  Kebangsaan Bisa Solid Dan Buyar Tergantung Capres PDIP Setujui Atau Tidak

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Kompassindonesianews, Jakarta ,-  Pengamat Sosial Politik Cinta Negera Indonesia (CN Indonesia ) Heru Cipto Nugroho biasa disapa Heru CN mengatakan suhu politik menjelang pilpres pada  pemilu serentak 2024 semakin meningkat, lantaran adanya berbagai macam manuver dengan terbentuknya Koalisi Besar  Kebangsaan  yang di gagas oleh para Ketua Umum Partai Politik yang terdiri dari Partai Gerindra, Golkar, PKB, PAN dan PPP yakni bertujuan dalam rangka  untuk mengusung Capres dan Cawapres pada pilpres 2024 yang kurang dari setahun lagi.
“Namun menurut saya selaku pengamat sospol bahwa manuver yang di Gagas oleh  Koalisi Besar Kebangsaan tersebut, bisa Solit Atau Buyar lantaran tergantung dari Capres PDIP di Setujui atau Tidak,” ujar Heru Cipto Nugroho saat diwawancarai sejumlah awak media massa di Masjid Istiqlal Jakarta Pusat usai melaksanakan Ibadah I’tikaf, Kamis (20/4/2023).
Lebih lanjut Heru CN menegaskan untuk mengambil jalan tegah agar koalisi Besar Kebangsaan agar tidak bertambah rumit dan mengurangi kekuatan politik dalam pilpres 2024 nanti, jika memang PDIP bergabung, tentunya tidak ngotot dalam  mengajukan figur Cawapresnya.
.
“Karena bagi saya selaku pengamat Sospol yang layak dan ideal untuk jalan tengahnya Koalisi Besar Kebangsaan itu harus mengusung  pasangan Duet Capres dan Cawapres yakni  Ganjar – Zulhas, Alasannya kenapa harus Ganjar – Zulhas ? Jawabnya  karena  Ganjar itu mewakili PDIP dan bapak Presiden Jokowi kebetulan juga setuju,” tegas Heru CN.
Sambung Heru CN sedangkan Zulhas Mewakili Koalisi Besar Kebangsaan. Selain bisa diterima Semua Ketum Partai Pengusung Zulhas juga di Acc Pak Jokowi dan  PDIP di samping Pengalaman Politik Zulhas tidak di ragukan Pernah Jadi 2 kali Menteri juga Pernah jadi Ketua MPR, Zulhas juga bisa menyatukan Para Ketum Parpol yang Berambisi Maju Pilres di tambah lagi Zulhas bisa menyatukan Muhamadiyah dan NU.
Sementara lanjut Heru CN disinggung pertanyaan kenapa tidak  pasangan Duet Prabowo – Ganjar atau Prabowo – Airlangga atau Sebaliknya pasalnya rakyat Indonesia sudah tahu kalau Prabowo pernah mengalami kekalahan di Pilpres sebelumnya.
“Maaf tidak mengurangi rasa hormat
kalau saya uraikan sangat panjang pastinya seluruh rakyat Indonesia sudah pada paham semuanya,” ucap Heru CN.
Selain itu kata Heru CN sangat riskan menurut perhitungan politiknya dikhawatirkan kalau dipaksakan Duet pasangan Prabowo – Ganjar
Pasti Golkar akan balik badan
Pasti akan ajukan Cawapres Ridwan Kamil  untuk mendampingi Capres  Anies Baswedan.
Lanjut Heru CN begitu pula kalau Prabowo – Airlangga Pasti PDIP maju sendiri. Kita tahu dari zaman Orde Baru sampai sekarang tidak pernah ada Golkar – PDIP Bersatu begitupun sebaliknya . Sedangkan soal PKB dan  PPP tinggal Diel aja karena tak mungkin bisa maju.
“Adaipun PKB, PPP dan Partai  Golkar balik badan juga agak rumit. Karena Kadernya sudah nyaman di Pemerintahan jadi dibutuhkan Kesolidtan dan Kesepahaman jika Koalisi Besar Kebangsaan ingin menang,” ungkapnya.
Menurut Heru CN sebagai pengamat sospol dari hitung- hitungan  peta politik jika Ganjar  Pranowo yang mewakili pulau Jawa dan Zulkifli Hasan biasa disapa Zulhas yang mewakili luar Jawa tidak dipasangkan oleh Koalisi Besar Kebangsaan kerugian besar karena akan kalah bersaing dengan Koalisi Perubahan yang bisa saja mengusung pasangan Duet Anies- Sandiaga.
“Apalagi ada nama Sandiaga Uno yang masih sangat diperhitungkan masuk dalam daftar  bursa yang  potensial menjadi Bakal Calon Wakil Presiden RI pada pilpres 2024 nanti, yang juga telah menjadi  incaran Koalisi Perubahan yang digagas oleh Partai Nasdem, PKS dan Partai Demokrat tersebut dengan memasangkan Duet  Anies- Sandiaga.
Namun Heru CN sebagai pengamat Sospol masih berkeyakinan kepada koalisi Besar Kebangsaan akan  berpikir panjang mendengarkan keinginan hati nurani seluruh rakyat Indonesia agar memastikan pasangan duet Ganjar- Zulhas bisa terwujud jika memang Koalisi Besar Kebangsaan ingin menang guna meneruskan program nawacita Presiden Jokowi yang selama 2 periode memimpin Bangsa Indonesia berjalan dengan sukses.
“Saya selaku pengamat Sospol dan seluruh rakyat Indonesia pastinya berharap semoga Duet pasangan Ganjar -Zulhas dapat terwujud pada pilpres 2024 yang sudah kurang dari setahun lagi,” tandasnya.
Editor : ( Red/Tisna/ HCN)
NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *