https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Perkosa 17 Anak Masih Dibawah Umur Budi Mulyana, Dituntut 20 Tahun Penjara.

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten Sleman – kompassindonesianews.com Kasus pemerkosaan 17 anak di wilayah Sleman, Budi Mulyana atau BM (54) tahun dituntut penjara oleh jaksa 20 tahun penjara.” Bukan itu saja jaksa penuntut umum ( JPU ) juga menuntut tersaka di kebiri dengan kimia, sidang tuntutan digelar di Pengadilan Negeri ( PN ) Kabupaten Sleman pada hari Selasa 8/8/2023.

” Hal itu di sampaikan Kasi Pidum Kejari Sleman, Agung Wijayanto SE.SH kepada awak media di ruangan kerjanya Kamis 10/8/2023.” Selain itu kata Agung ada tuntutan pidana tambahan kepada terdakwa, yaitu dia harus membayar restitusi kepada kedua orang korbannya dan juga Budi dituntut hukuman kebiri kimia ujar Agung.

” Pidana tambahan menjatuhkan hukuman kepada terdakwa untuk, dikenai tindakan berupa kebiri kimia ucap Agung.” Budi adalah warga Bantul itu telah ditetapkan oleh Polda DIY, sebagai tersangka dalam kasus pencabulan 17 anak perempuan yang masih di bawah umur.” Budi memperkosa korban masih berusia 13 sampai 17 tahun, di salah satu apartemen di wilayah Kabupaten Sleman.
” Agung juga menjelaskan, terkait perkara perlindungan anak itu kemaren sudah kita lakukan tuntutan tindak pidana 20 tahun.” Dan kemudian di tambah dengan denda 2 Milyar, apabila tidak mampu membayar maka, diganti dengan subsider selama 6 bulan kurungan.” Agung juga menjelaskan untuk hukuman kebiri kimia itu, kita mengacu kepada aturan pemerintah RI nomor 70 tahun 2020, jadi nanti akan dilaksanakan kebiri kimia namun kita tunggu hasil putusan dari pengadilan Negri Sleman, apabila sudah berkekuatan hukum tetap inikan baru tuntutan nanti apakah tuntutan itu di akomodir oleh hakim atau tidak nanti kita liat putusannya.” Dengan sidang ini harapan kedepannya jangan ada lagi predator, yang ada di Indonesia khususnya Sleman dan DIY ini kan korbannya cukup banyak ada 17 anak harapan kami jangan sampai terulang kembali kedepannya tutup Agung. ( Joni )

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *