https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Lestarikan Budaya Lokal, Padukuhan Gandekan Laksanakan Merti Dusun Dan Wayang Kulit Semalam Suntuk.

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten Sleman – Kompassindonesianews.com Ratusan warga Dusun Gandekan Kalurahan Tlogoadi, Mlati, Sleman DIY, sangat antusias mengikuti acara merti Dusun.” Walaupun acara seperti ini sempat tertunda, beberapa tahun akibat pandemi Covid – 19 yang melanda dunia termasuk kita Indonesia.

” Namun pada hari ini, kami dari RT 01 sampai RT 07 padukuhan Gandekan bisa melaksanakan kegiatan merti Dusun di tahun 2023.” Kebetulan semua warga kami sudah sepakat mengadakan merti Dusun, yang artinya nguri – uri kebudayaan Jawa yang selama ini memang rutin kami lakukan.

” Hal itu disampaikan kepala Dukuh Gandekan Waljiyo kepada awak media, disela kegiatan yang berlangsung di lapangan Getas Minggu 20/8.” Ia menjelaskan kami dan warga sudah sepakat acara ini, dilaksanakan pada ulang tahun RI yang ke 78.

” Lebih lanjut Waljiyo menerangkan pada tahun ini, kami dan seruh panitia sepakat menampilkan kesenian lokal yaitu Jathilan, Ketoprak dan tak lupa juga ada wayang kulit semalam suntuk ujarnya.” Selanjutnya karena masih di bulan Agustus untuk memperingati HUT RI yang ke 78, kami dari Dusun Gandekan dan seluruh RT yang ada bersatu padu gugup rukun untuk mengadakan kegiatan ini.” Ya ucap syukur kita kepada Tuhan yang Maha esa Allah SWT yang telah memberikan, baik itu rejeki kesehatan dan lain – lainnya.

” Alhamdulillah pada siang ini, acara merti Dusun sudah terlaksana dengan baik.” Bukan itu saja pada puncak acara malam nanti kita juga menampilkan wayang kulit semalam suntuk, dengan dalang Ki Yusuf Ansor Khairudin dari Gunungkidul dengan lakon wahyu kemulyaan.” Mudah – mudahan kami mendapat ridhonya dari Allah SWT, dan tak lupa lancarnya acara ini kami juga berterimakasih kepada Panewu Mlati, Kapolsek Mlati, Dan Ramil Mlati, Lurah Tlogoadi, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh warga yang tak bisa kami sebut namanya satu persatu ujarnya.

” Hal serupa juga di sampaikan ketua tim PKK Kapanewon Mlati Veronika Fatmawati yang turut hadir, ia mengatakan ini sangat luar biasa ya dalam rangka melestarikan budaya kita Jawa.” Salah satunya dengan cara seperti ini, selain memperkenalkan melestarikan budaya kita kepada masyarakat dan tak lupa tentunya kepada generasi anak – anak muda juga diperkenalkan budaya yang ada.” Kami berharap kegiatan seperti ini harus kita rutinkan, kemaren sudah dilaksanakan di tingkat Kapanewon, Kalurahan dan pada hari ini di level padukuhan jadi sangat luar biasa.

Kalau kita melihat animo masyarakat itu luar biasa, melihat acara seperti ini mereka sangat antusias sekali.” Tentu harapan kita kedepannya kegiatan seperti ini, lebih di perkenalkan kepada anak – anak muda akan budaya bahwa Indonesia itu sangat kaya budaya dan mereka harus kenal tidak boleh tidak kenal karena biar enggak di ejek – ejekan.” Kami mendukung teruslah berkarya, luar biasa melihat penampilan para peserta pada hari ini tuturnya.

” Sementara itu Didik Darmadi peserta dari RW 09 mengatakan, kami hanya diberi waktu selama tiga minggu untuk membuat ogoh – ogoh ini.” Dalam waktu yang sudah ditentukan semua keperluan sudah selesai kami buat, Didik juga menjelaskan tentang biaya yang dikeluarkan untuk keperluan acara ini sekitar lebih kurang 15 ( Lima belas juta rupiah ).” Uangnya kami dapati dari warga ada yang memberi Rp 100 ribu paling kecil ada pula yang lebih ya, tergantung kemampuan mereka masing – masing.” Tapi bukan nilai berapanya bagaimana kita orang Jawa itu harus, melestarikan budaya kita kalau bukan kita siapa lagi.

” Harapan dari kami yang dituakan di acara ini, untuk menjaga persatuan guyup rukun dan kebersamaan selalu terjaga dengan baik kompak selalu setiap ada kegiatan di Dusun Gandekan Tutupnya. ( Joni )

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *