Banyumas.
https://kompassindonesianews.com
Bupati Banyumas memilih Desa Pekuncen Kecamatan Jatilawang, Untuk Upacara Hari Kesaktian Pancasila Minggu, 01/10/2023 pukul 08.00 wib.
Upacara tersebut dipimpin langsung oleh PJ Bupati Banyumas Hanung Cahyo Saputro, S.STP., M.Si.
( Inspektur upacara)
Komandan upacara Aipda Eko Suroso, S.H
Pembaca doa. H.Mahfud
Pembaca
Tek UUD bpk,Darwo, pembaca Ikrar Bpk,Sugono.
Upacara Hari Kesaktian Pancasila Di lapangan Tunggul Jati Desa Pekuncen Turut hadir KADINSOSPERMASDES Kabupaten Banyumas Arif Triyanto, S.Sos., Dan FORKOPIMCAM Dan Kepala Desa Pekuncen Karso, S.Pd. Sebagai tuan rumah, beserta Perangkatnya, dan juga dari berbagai elemen masyarakat, para alim ulama, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat (ormas), Siswa Pendidikan Sekecamatan Jatilawang dari SD, SLTP, dan SLTA, Ibu-Ibu PKK, Kelompok Fatayat/Muslimat hingga Komunitas Adat Bonokeling.
Dari pantauan di lapangan, upacara bertemakan “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Maju”.
Dalam pidatonya Bpk, Bupati Memperkenalkan diri bahwa per tgl, 24,September,2023 beliau Di lantik menjadi PJ Bupati Banyumas dikarenakan Bupati dan wakil Bupati yang sebelumnya berakhir masa Jabatannya,
Beliau juga menegaskan, Pancasila harus dijunjung tinggi oleh semua anak bangsa.
Beliau memilih Desa Pekuncen karena menurut beliau Desa Pekuncen adalah Desa yang sangat Pancasila dengan Ikon Bonokelingnya yang terkenal dengan gotong-royong, guyub rukun dan masih memegang teguh warisan leluhur, Dari pertimbangan itulah beliau memilih Upacara diadakan di Desa Pekuncen.
Alasan Bpk, Bupati langsung di respon oleh kepala Desa Bpk, Karso, S. Pd. Pada Momen Sarasehan Mengenai Pekuncen Desa Pancasila,
Menurut beliau Kepala Desa apa yang di sampaikan oleh Bpk, Bupati sangat benar karena masyarakat Desa Pekuncen telah mengamalkan Pancasila di kehidupan Sehari-hari, bukan baru-baru ini saja bahkan dari jaman nenek moyang dan hal itu masih di jaga dan tetap lestari sampai hari ini.
Tak hanya itu saja, Bpk, Bupati juga mengatakan bahwa selain dari menghargai jasa para pahlawan ini juga momentum Hari Lahirnya Pancasila harus dijadikan momen mengembalikan tradisi, Budaya leluhur, dimana hal tersebut sudah sulit di temui di perkotaan, contohnya seperti kegiatan Ronda, gotong-royong dan lain-lain.
Setelah uapacra selesai beberapa peserta upacara tidak langsung bubar, namun di lanjutkan dalam acara Sarasehan, yang di pandu oleh Bpk, Sono, S. Pd.
Sebelum sesi tanya jawab dimulai Bpk, Bupati di minta untuk potong tumpeng yang memang sudah di siapkan oleh panitia langsung di ikuti oleh pesta yang lain lalu di lanjutkan sesi makan bersama ala Desa Pekuncen.
Acara sarasehan sangat hidup, beberapa pertanyaan dan pernyataan dari para hadirin membuat acra menjadi hidup diantaranya pernyataan Bpk, Sutrisno yang mana beliau mengatakan kecamatan Jatilawang ikut melopori gerakan hari Pancasila dan beliau adalah salah satu orang yang ikut dalam gerakan kalau itu.
Selain Bpk,Sutrisno juga ada ketua PKK Desa Pekuncen Ibu, Esti Wahyuni, yang mempertanyakan anggaran untuk PKK apa tdak bisa di alokasikan kusus, mengingat kegiatan PKK yang sangat banyak dan butuh anggaran kursus untuk menopang semua kegiatan Ibu-Ibu PKK.
Dengan sigap Bpk, Bupati siap berkordinasi dengan DINSOSPERMADES terkait hal PKK juga informasi masyarakat di Desa Pekuncen RW, 05, terkait susahnya air bersih karena musim kemarau, dimana kepala Dinasnya juga hadir.
Di penutup acara
Bpk, Sono, S. Pd. Seaku pembawa acara memberi arahan kepada para hadirin agar ikut mengiringi Bpk, Bupati karena selesai acara beliau akan melanjutkan kunjungan ke Bonokeling.















