Banyumas.
Kompassindonesianews
Ditengah lani
perubahan zaman, sebuah kampung adat suku Jawa kuno di desa Pekuncen, kecamatan Jatilawang, kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, tetap memegang teguh nilai-nilai tradisi Jawa yang kental.
Kampung ini memiliki nama komplek Bonokeling dan menjadi tempat di mana tradisi adat turun temurun tetap dijaga dengan penuh kebanggaan.
Komplek Bonokeling merupakan sebuah keajaiban waktu yang membawa pengunjung pada perjalanan melintasi masa lampau.
Tradisi Jawa kuno yang masih hidup dan kuat di menjadi pemandangan yang mengesankan.
Dari ritus-ritus religius hingga acara keagamaan dan sosial, semuanya dilakukan dengan khidmat sesuai dengan tata cara nenek moyang.
Warga setempat memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga keaslian tradisi Jawa kuno dan meneruskannya kepada generasi berikutnya.
Acara-acara adat seperti slametan, sedekah bumi, dan upacara peringatan kelahiran tokoh-tokoh agung Jawa masih diadakan secara rutin sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Salah satu hal yang menonjol tentang komplek Bonokeling adalah tekadnya untuk menolak pergeseran zaman yang mengancam akan meruntuhkan tradisi.
Tradisi di komplek Bonokeling tidak hanya sekadar ritual kosong, melainkan memiliki makna spiritual yang dalam.
Setiap langkah dan doa yang diucapkan memiliki tujuan untuk berhubungan dengan alam, leluhur, dan Tuhan.
Wisata Budaya yang Menginspirasi
Komunitas ini telah menjadi daya tarik wisata budaya bagi para pengunjung yang ingin merasakan kehidupan masyarakat Jawa di masa lampau.
Tanpa kecuali Bacapres Dan Bacawapres Anis Baswedan dan Gus Imin, Selasa 3/Oktober/2023
Berkunjung ke Bonokeling Desa Pekuncen kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas.
Kawalan mobil PATWAL dari kejauhan sudah mulai nampak iring-iringan rombongan mulai mendekat,
Warga mulai merangsek mendekat namun barikade pengamanan berlapis tak bersragam sigap mengamankan walau ada juga yang lepas pantauan, warga berguman di kanan kiri
“Kiye asli, kiye asli sing cokan nang TV akhire bisa weruh asline ” khas bahasa Jawa ngapak, ( ini asli, ini asli yang biasa di TV akhirnya bisa liat aslinya )
Warga pun makin berkrumaun makin banyak.
Seturun dari mobil rombongan langsung masuk ke rumah adat yang memang sudah di siapkan untuk Anis dan Gus Imin berganti baju, rumah adat ini kediaman Kiyai Pada Miarja.
Singgah tidak begitu lama hanya sekedar ganti baju saja.
Kisaran waktu setengah jam setelah berganti baju adat rombongan melanjutkan perjalanan menuju rumah kiyai kunci, ” Perlu di ketahui siapapun yang datang memiliki perlu atau sowan ke kiyai kunci harus menggunakan baju adat Jawa.
Tidak begitu jauh dari kiyai Pada Miarja rombongan berjalan kaki dengan di iringi masyarakat yang antusias dan memang sudah menunggu lama,
Tibalah di rumah kiyai kunci disana sudah menunggu para bedogol dan kiyai kunci di atas dipan kayu dengan bangunan khas joglo Jawa, lalu Anis dan Gus Imin sungkem kepada kiyai kunci pertanda hormat kepada orangtua dan tentu minta doa restu.
Semua duduk bersila di atas dipan kayu yang memang biasa buat ritual doa para anak putu Bonokeling.
Mbah, Sumitro mulai memandu jalanya acra dengan gelak tawa has mbah mitro dengan bahsa Indonesia tapi medok banyumasan itulah ciri mbah Sumitro.
Mbah Sumitro adalah Ketua Komunitas Adat Bonokeling ( POKMAS BONOKELING).
Setelah mbah Sumitro memaparkan tradisi Bonokeling sampailah kesempatan Anis dan Gus Imin menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan rombongan ke Desa Pekuncen Bonokeling, selain tujuan silaturahmi tentu maksud dan tujuan di sampaikan juga minta Doa restu terkait pencalonan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.
Acra di tutup dengan doa dilanjutkan dengan mendengarkan macapatan/ kidung Jawa yang menjadi khas Anak Putu Bonokeling, dengan menikmati hidangan has Desa Pekuncen hasil bumi yang serba di kukus, Anis dan Gus Imin pun menikmati hidangan yang tersaji.
Setelah semua selesai acra di tutup dengan sesi foto bersama, semua tokoh Adat dan nyai / ibu-ibu sangat antusias mengikuti sesi foto.
Sebelum pulang Anis dan Gus Imin mampir ke rumah pribadi Mbah Sumitro utuk berganti baju kembali sebelum melanjutkan rangakian kegiatan.
Penulis; Haryanto















