https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kepsek SMPN 2 Gunung Labuhan Diduga Korupsi Dana BOS Selama 3 Tahun Berturut

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Way Kanan, Kompassindonesianews.com

Dana BOS (bantuan operasional sekolah) adalah anggaran yang seharusnya digunakan untuk menunjang kegiatan dan kelancaran pendidikan di sekolah.

Namun ironis yang terjadi di SMPN 2 Gunung Labuhan, dana BOS diduga di korupsi. Parahnya, penyelewengan dana BOS tersebut terjadi selama tiga tahun berturut – turut, yakni mulai dari tahun 2021 sampai 2023.

Berdasarkan hasil investigasi diketahui, dana BOS untuk perawatan sarana dan prasarana sekolah tidak digunakan untuk melakukan perawatan.

Seperti halnya plapon banyak yang jebol. Selain itu, kaca jendela kelas yang pecah hanya di tambal pakai kayu kusen. Untuk pengecatan gedung sekolah juga tidak ada.

Pintu – pintu juga banyak yang rusak. Bahkan WC siswa pun tidak terawat.

Rehab ringan gedung sekokah yang dianggarkan setiap tahunnnya mencapai ratusan juta rupiah oleh kepala sekolah, tapi rehab tidak dilaksanakan. Akibatnya kondisi sekolah terlihat tidak terawat. Bahkan ada tiga lokal ruang kelas yang atapnya sudah di bongkar tetapi malah dibiarkan begitu saja tanpa diperbaiki.

Selain itu, perpustakaan sekolah hanya tersedia buku – buku lama , tanpa ada penambahan buku baru.

Padahal diketahui, setiap tahunnya kepala sekolah SMPN 2 Gunung Labuhan mengaggarkan dari dana BOS ratusan juta rupiah untuk pembelian buku baru. Diduga pembelian buku baru tidak sesuai dengan dana yang dianggarkan.

Kepala sekolah SMPN 2 Gunung Labuhan, Leli Triana saat di hubungi via Whatsapp tidak memberikan tanggapan.

Secara terpisah, Aminuddin, SH, Ketua Aliansi Pemuda Indonesia (API) angkat bicara terkait hal tersebut.

Menurut bang Amin pangilan akrab Aminudin, perbuatan oknum kepala sekokah tersebut tidak bisa dibiarkan. “Harus di laporkan ke aparat penegak hukum. Sebab itu akan merusak citra pendidikan di negara yang kita cintai ini, yaitu Negara Republik Indonesia,” katanya .

“Saya mencinta dunia pendidikan, makanya siap mengusut tuntas dugaan penyelewengan dana BOS di SMPN 2 Gunung Labuhan ini. Jika dibiarkantidak menutup kemungkinan ada kepala sekolah lain yang akan melakukan hal yang sama,” pungkas Amin.

Sementara itu, redaksi Kompassindonesianews.com sudah mengirim surat konfirmasi ke kepala SMPN 2 Gunung Labuhan, namun tidak ada tanggapan

( Tim )

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *