Palembang , Kompassindonews – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan peserta seputar Program
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan rutin melakukan pemberian informasi langsung melalui kegiatan sosialisasi Program JKN. Kali ini, BPJS Kesehatan menggelar sarasehan bersama ratusan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada kegiatan dengan
tema “Transformasi Mutu Layanan, Mudah, Cepat dan Setara”. Kamis (23/11/2023)
Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, David Bangun menjelaskan sarasehan merupakan
wadah silaturahim untuk memperkuat kemitraan yang terjalin sangat baik antara BPJS
Kesehatan dengan TNI yang merupakan mitra kerja sekaligus peserta JKN.
“Saya berharap dengan dilaksanakannya kegiatan sarasehan ini, kita semua dapat melihat kondisi dan fakta di lapangan sekaligus menggali permasalahan yang terjadi serta
memberikan alternatif solusi untuk perbaikan layanan di era transformasi digital ini kepada Peserta JKN, khususnya anggota TNI dan PNS TNI beserta keluarganya,” ungkap David.
Menurut David, peran TNI serta fasilitas kesehatan milik TNI sangatlah besar dalam mendukung penyelenggaraan program JKN. Salah satu faktor penunjang kepuasan peserta
adalah terpenuhinya informasi kepada peserta yang akurat dan terbarukan. Melalui kegiatan
supervisi. sinergi sosialisasi serta edukasi ini, diharapkan BPJS Kesehatan dapat memberikan
pemahaman dan dapat melihat kondisi serta fakta di lapangan terkait fasilitas kesehatan yang
dimiliki TNI, baik FKTP maupun FKRTL.
Termasuk juga menggali permasalahan yang terjadi sehingga bisa diberikan alternatif solusi untuk perbaikan layanan kepada peserta JKN
khususnya bagi anggota TNI beserta keluarganya.
David mengatakan, BPJS Kesehatan mendapatkan amanah dari Pemerintah sejak 1 Januari
2014 untuk menyelenggarakan Program JKN dengan berbagai tantangan yang dihadapi dalam melayani peserta, sehingga perlu evaluasi dan perbaikan pelaksanaan program setiap saat.
“Upaya peningkatan layanan tidak hanya dengan cara peningkatan kuantitas kanal layanan
dan peningkatan jumlah fasilitas kesehatan yang bekerja sama namun juga peningkatan
kualitas layanan menjadi komitmen utama BPJS Kesehatan seiring dengan tuntutan
masyarakat atas layanan di era digital saat ini. Sampai dengan 1 November 2023 tercatat
cakupan perlindungan kepesertaan Program JKN telah mencapai 265,83 juta jiwa, atau
95,71% dari total penduduk. Capaian ini menjadikan Program JKN sebagai program jaminan kesehatan terbesar di dunia dengan skema tunggal terintegrasi,” katanya.
Sejalan dengan misi BPJS Kesehatan tahun 2021 – 2026 yaitu meningkatkan kualitas layanan kepada peserta melalui layanan terintegrasi berbasis teknologi informasi, BPJS Kesehatan
menetapkan fokus utama melalui tahapan yang selaras dengan customer journey peserta,
yaitu mulai dari pencarian informasi Program JKN, pendaftaran peserta, pembayaran iuran
pertama, pemberian informasi kepada peserta, perubahan data, pembayaran iuran setiap
bulan, pelayanan kesehatan, sampai dengan pelayanan pengaduan. Melalui upaya peningkatan mutu layanan di setiap customer journey ini, diharapkan mampu meningkatkan
kepuasan peserta JKN.
David menjelaskan, berbagai program dan kebijakan yang telah diluncurkan sebagai
komitmen BPJS Kesehatan untuk senantiasa memberikan layanan terbaik. Terdapat lima layanan yang diintegrasikan pada program sentralisasi, yaitu Pelayanan Administrasi melalui
Whatsapp (PANDAWA), Sentra Layanan Administrasi Kepesertaan (SELARAS), Jenis Layanan Rekrutmen dan Reaktivasi Peserta (JELITA), Sentralisasi Edukasi dan Penanganan
Pengaduan (SENADA), Liaison Officer Care Center 165 (LO CC 165). Melalui Program
Sentralisasi tersebut, BPJS Kesehatan berupaya memastikan setiap penduduk Indonesia terlindungi Program JKN dan mendapatkan pelayanan yang mudah, cepat, dan setara.
“Kami berharap seluruh anggota TNI dan PNS di lingkungan TNI beserta seluruh anggota
keluarga yang terdaftar dalam Program JKN dapat melakukan validasi data secara berkala
jika terjadi perubahan, baik golongan, kepangkatan, data diri, susunan anggota keluarga serta
data-data kepesertaan lainnya. Dengan jumlah anggota organisasi yang sangat besar,
tentunya melalui kegiatan ini kami juga berharap Bapak/Ibu Anggota TNI dan PNS TNI dapat menyampaikan kembali informasi yang diterima kepada rekan sejawat yang belum
berkesempatan menghadiri acara ini, agar tercipta pemahaman yang sama terkait
penyelenggaraan Program JKN, khususnya bagi seluruh Jajaran TNI dan PNS TNI,” ucap
David.
Pangdam II Sriwijaya MAYJEN, Yanuar Adil mengucapkan terima kasih dan penghargaan
yang sebesar-besarnya kepada BPJS Kesehatan, yang telah meluangkan waktu untuk memberikan sosialisasi tentang BPJS Kesehatan kepada prajurit, PNS dan keluarga jajaran
kodam II Sriwijaya.
“Semoga kegiatan ini dapat memberikan pencerahan dan pemahaman kepada kita semua tentang BPJS Kesehatan. Selain itu, melalui kegiatan ini diharapkan para prajurit, pns beserta
keluarga dapat memahami bagaimana cara mempermudah para peserta dalam mengakses
layanan kesehatan Program JKN, mulai dari kartu digital, antrian online serta kanal BPJS
lainnya. Melalui kegiatan ini para peserta diharapkan dapat mengetahui akan hak dan kewajiban sebagai peserta BPJS Kesehatan secara jelas dan terperinci tentang manfaat dari
Program JKN, sekaligus dalam menggunakan Aplikasi Mobile JKN untuk mendukung
mempermudah mendapatkan fasilitas serta informasi Program JKN,” pungkas Yanuar. (fadiel)















