KOMPASSINDONESIANEWS.COM KARAWANG – Sudah hampir satu tahun, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Karawang telah meluncurkan layanan aplikasi Sobat (Sistem Online BPHTB Terintegrasi) versi 3, yang bertujuan meningkatkan pelayanan untuk masyarakat yang ingin membayar pajak BPHTB agar lebih praktis dan serba digital.
Seiring berjalannya waktu, alih alih ingin meningkatkan pelayanan untuk masyarakat, justru sebaliknya adanya Aplikasi Sobat membuat masyarakat kecewa karena mengurus BPHTB melalui aplikasi tersebut memerlukan waktu lama.
Seperti yang disampaikan Ketua DPC Partai Hanura Karawang, Arifin yang merasa kekecewaannya terhadap aplikasi Sobat Bapenda Karawang.
Menurut Arifin, aplikasi Sobat seharusnya memberikan kemudahan masyarakat Karawang dalam hal membayar BPHTB, namun ini malah sebaliknya, membayar BPHTB melalui aplikasi Sobat menjadi ribet, berbelit-belit dan prosesnya membutuhkan waktu lama. Masyarakat ingin membayar BPHTB untuk berkontribusi ke kas daerah, kok malah dipersulit,”ungkapnya, saat ditemui awak media di kantornya, Senin (12/8/2024)
Dikatakan Arifin, aplikasi Sobat sangat merugikan masyarakat Karawang yang ingin bertransaksi maupun berinvestasi, dan juga aplikasi Sobat di duga merugikan keuangan daerah yang seharusnya berhemat, karena setiap masyarakat yang akan membayar BPHTB diharuskan cek lapangan terlebih dahulu, dan tentunya setiap cek lapangan akan mengeluarkan biaya anggaran perjalanan dinas pegawai, padahal berdasarkan undang-undang hanya hal tertentu saja yang perlu di cek, jadi tidak semua harus di cek lapangan,”ungkapnya.
Arifin menambahkan, Entah berapa anggaran perjalanan dinas pegawai yang dikeluarkan untuk cek lapangan BPHTB, ini dapat mengakibatkan pemborosan keuangan negara bahkan berefek menimbulkan kerugian negara.
Arifin mendesak Bupati Karawang segera mengevaluasi aplikasi Sobat, agar lebih maksimal dalam memberikan pelayanan untuk masyarakat yang ingin membayar BPHTB,”tandasnya.














