https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Berita  

Membangkitkan TVRI: Jalan Panjang Menuju Kemandirian dan Relevansi Baru

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Televisi Republik Indonesia Batam, kompasindonesianews.com – (TVRI), sebagai lembaga penyiaran milik negara, menghadapi tantangan berat di tengah dominasi televisi swasta yang semakin inovatif. Keterbatasan manajemen dan minimnya inovasi menjadi faktor utama yang membuat TVRI seperti kehilangan arah dalam menjalankan fungsinya sebagai media pemerintah yang strategis.

TVRI dan Tantangan Era Kompetisi

Dalam kondisi saat ini, TVRI terlihat semakin tertinggal, baik dari segi kualitas tayangan maupun relevansi dengan kebutuhan masyarakat. Sebagai contoh, dalam perhelatan Pilkada yang merupakan hajat pemerintah, TVRI nyaris tak terlihat perannya.

“Debat Pilkada ramai ditayangkan oleh televisi swasta, tapi tidak satu pun debat kandidat disiarkan di TVRI. Padahal, ini agenda penting pemerintah. TVRI seharusnya menjadi garda terdepan,” kritik Icang Rahardian, seorang pengamat media dan Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia.

Pernyataan ini menggambarkan bahwa TVRI belum mampu mengoptimalkan posisinya sebagai media pemerintah yang dapat menjadi rujukan utama masyarakat dalam mendapatkan informasi akurat dan berkualitas.

Masalah Internal yang Menghambat

Di balik layar, TVRI juga menghadapi berbagai masalah internal, salah satunya keterbatasan fasilitas operasional. Icang menceritakan pengalamannya ketika bertemu dengan kru liputan TVRI yang terpaksa berbagi kamera karena keterbatasan peralatan.

“Bagaimana mungkin lembaga penyiaran milik negara harus menggunakan kamera secara bergantian? Ini menunjukkan ada masalah serius dalam pengelolaan fasilitas,” ujarnya.

Hal ini mempertegas pentingnya restrukturisasi di tubuh TVRI agar mampu memberikan dukungan operasional yang layak bagi kru dan meningkatkan kualitas tayangan.

Strategi Kemandirian Finansial

Icang menekankan bahwa TVRI memiliki potensi besar untuk menjadi lembaga penyiaran yang mandiri secara finansial. Menurutnya, TVRI tidak seharusnya terus bergantung pada APBN untuk menjalankan operasionalnya.

“TVRI bisa menjalin kerja sama dengan sektor swasta, lembaga internasional, atau bahkan menggarap anggaran belanja iklan dari BUMN. Ini potensi besar yang selama ini belum tergarap dengan maksimal,” ungkap Icang.

Dalam visinya, TVRI dapat diarahkan untuk menjadi lembaga yang tidak hanya fokus pada penyiaran, tetapi juga mampu mengembangkan bisnis media secara modern.

Usulan Transformasi Lembaga

Sebagai langkah strategis, Icang mengusulkan perubahan status TVRI dari Lembaga Penyiaran Publik (LPP) menjadi perusahaan perseroan (Persero). Dengan status ini, TVRI akan memiliki fleksibilitas lebih besar dalam mengelola keuangannya sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas.

“Perubahan ini membutuhkan persetujuan DPR, tetapi jika terlaksana, TVRI dapat bergerak lebih dinamis dan kompetitif,” jelasnya.

Membangun Kepemimpinan Baru

Icang juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang inovatif dan memahami kebutuhan operasional di lapangan. Pemimpin TVRI harus mampu membawa perubahan besar dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang ada.

“TVRI membutuhkan pemimpin yang turun langsung ke lapangan, memahami tantangan, dan mampu memotivasi timnya untuk menciptakan tayangan berkualitas tinggi,” tambahnya.

Harapan untuk Masa Depan TVRI

Dengan langkah-langkah strategis yang tepat, TVRI memiliki peluang besar untuk bangkit dan kembali relevan di tengah persaingan dunia penyiaran. Transformasi ini tidak hanya akan meningkatkan daya saing TVRI, tetapi juga mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penyiaran milik negara.

TVRI harus menjadi lebih dari sekadar media pemerintah. Ia harus menjadi simbol kebanggaan bangsa, tempat masyarakat mendapatkan informasi terpercaya, dan menjadi pemain penting dalam lanskap media nasional.

Artikel ini adalah refleksi atas peluang besar dan tantangan berat yang dihadapi TVRI sebagai lembaga penyiaran negara.(Redaksi).

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *