Yogyakarta – Kompassindonesianews.com Kerusuhan yang terjadi pada tanggal 1 Desember 2024 lalu, saat massa dari oknum Papua Merdeka mengelar aksi demo. Aksi demo ini, memperingati hari ulang tahun Organisasi Papua Merdeka (OPM) membuat banyak orang prihatin termasuk masyarakat Yogyakarta.
Aliasin Rakyat Peduli Indonesia (ARPI) DIY, sangat menyayangkan terjadinya kerusuhan tersebut.” Dani Eko Wiyono, selaku koordinator ARPI DIY, menyebut aksi yang awalnya berjalan lancar itu ternoda dengan ulah salah satu oknum anggota Papua Merdeka yang ingin mengibarkan bendera Bintang Kejora,” kata Dani Eko saat beri keterangan kepada awak media Selasa 3 Desember 2024.
Dani, menambahkan kami sangat menyayangkan peristiwa tersebut terjadi, yang pada awalnya aksi tersebut berjalan lancar. Pada dasarnya kami mendukung aksi kawan – kawan dari Papua Merdeka ini untuk menyampaikan aspirasinya, tapi kami tegas akan melawan jika aksi itu melenceng dari Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI),” ungkapnya.
Menyikapi kejadian tersebut, dengan sadar dan didasari jiwa nasionalisme ARPI DIY melayangkan surat pernyataan sikap ke Polda DIY yang diteruskan ke Danrem 072/ Panungkas dan Gubernur DIY.
Adapun isi dari surat pernyataan sikap dari, ARPI tersebut yaitu.
1.Berterimakasih atas upaya yang dilakukan saat 1 Desember 2024 demi menjaga keutuhan NKRI
2.Mendukung Kepolisian dan TNI untuk mengusut tuntas dalang kerusuhan tersebut.
3.Mendukung Kepolisian dan TNI bertindak tegas dalam hal Makar atau gerakan seperatisme di DIY.
4.Kami sebagai warga siap membantu jika di perlukan dan menjaga kondusifitas DIY dan NKRI sampai mati.
Seperti diketahui bersama, terjadinya kerusuhan dalam aksi tersebut dipicu adanya salah satu oknum peserta aksi dari massa Papua Merdeka yang hendak mengibarkan bendera Papua Merdeka (Bintang Kejora).Saat aparat Kepolisian berusaha menghentikan aksi pengibaran bendera Bintang Kejora tersebut, saat itulah massa lansung berubah menjadi anarkis.(Joni)














