https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Festival Lampu Colok Bengkalis 2025 Siap Digelar, Pembukaan Dipusatkan di Desa Senggoro

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

 

BENGKALIS –kompassindonesianews.com – Festival Lampu Colok Bengkalis 2025 dijadwalkan akan resmi dimulai pada Rabu malam, 26 Maret 2025 atau malam 27 Ramadhan (tujuh likur).Pembukaan kegiatan tradisi Ramadan yang dinanti-nantikan masyarakat itu akan dipusatkan di menara colok Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis.

Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata, Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bengkalis, Alwizar, mengungkapkan hal tersebut kepada media ini pada Minggu, 23 Maret 2025.

“Kita sudah menentukan lokasi pembukaan Festival Lampu Coloknya. Rencananya, akan dilaksanakan di Desa Senggoro. Jadwal pembukaan masih seperti biasa, dan akan dilakukan oleh Wakil Bupati Bengkalis,” jelas Alwizar.

Ia menambahkan, rangkaian acara pembukaan akan dimulai setelah salat Maghrib menjelang Isya. Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Bengkalis akan memberikan sambutan sekaligus menyalakan lampu colok secara simbolis di menara utama.

“Jadi, pembukaannya dilakukan secara sederhana. Ada sambutan dari Wakil Bupati dan penyalaan lampu colok secara simbolis,” terangnya.

Lebih lanjut, Alwizar menyebutkan bahwa hingga saat ini sudah ada 23 kelompok peserta yang terdaftar mengikuti Festival Lampu Colok Bengkalis 2025. Mereka berasal dari berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Bengkalis.

“Dari total peserta, 13 kelompok berasal dari Kecamatan Bengkalis, 2 kelompok dari Kecamatan Bantan, 2 kelompok dari Kecamatan Bukit Batu, 4 kelompok dari Kecamatan Siak Kecil, 1 kelompok dari Kecamatan Rupat, dan 1 kelompok dari Kecamatan Bathin Solapan,” rincinya.

Festival Lampu Colok Bengkalis merupakan tradisi masyarakat Melayu yang digelar setiap bulan Ramadan. Selain sebagai ajang pelestarian budaya, festival ini juga menjadi daya tarik wisata religi yang mampu menarik perhatian masyarakat dan wisatawan.

penulis Ardes

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *