https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kepala BNN Sleman, Tahun 2024, Tidak ada Kasus yang Menonjol di Sleman

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

 

Kabupaten Sleman – Kompassindonesianews.com Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), bersinergi dengan berbagai staheholder untuk menjalankan program ” Asta Cita ” Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pemberantasan narkotika sebagai program prioritas nasional. Hal itu disampaikan oleh, Kepala BNN Kabupaten Sleman, Kombes Pol Teguh Tri Prasetya, S.I.K.,M.H, saat awak media bersilaturahmi ke Kantor BNNK Sleman pada hari Senin tanggal 24 Maret 2025.

Teguh Tri Prasetya, mengatakan bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun BNN Indonesia yang ke -23 tahun 2025, Badan Narkotika Nasional dengan tema memperkuat integritas dalam rangka pelaksanaan ” Asta Cita ” menuju Indonesia besinar (bersih dari narkoba) hal ini merupakan program prioritas Presiden Republik Indonesia,” kata Teguh.

Lanjut Teguh, untuk menjalankan program ini, kami juga didukung oleh pemerintah Kabupaten Sleman melalui Bupati Sleman, Harda Kiswaya guna mensukseskan program pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah Kabupaten Sleman. Dan hal ini kami tidak berkerja sendirian, BNN Sleman juga bekerjasama dengan Kesbangpol Kabupaten Sleman, Polresta Sleman, Kodim 0732/Sleman, dan stakeholder terkait lainnya,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan suksesnya program ini kita tidak berjuang sendirian tapi mari kita berjuang bersama – sama agar pemberantasan narkotika untuk menyelamatkan generasi bangsa kita menuju Indonesia Emas tahun 2045 dapat tercapai,” tegasnya.

Teguh juga menyampaikan pada bulan Februari 2025 lalu, kami BNN Sleman sudah mengadakan rapat forum komunikasi P4GN bersama OPD terkait dilingkungan Pemda Kabupaten Sleman dalam rangka pencegahan pemberantasan narkotika di wilayah Kabupaten Sleman. Hal ini juga mendapat perhatian dari Bupati Sleman, saat kami melakukan audensi bersama.

Teguh, meneruskan sepanjang tahun 2024 lalu, tidak ada kasus yang menonjol khususnya di Kabupaten Sleman ini. Tugas kami di Daerah adalah melaksanakan fungsi penyelidikan, penyidikan penyalahgunaan peredaran gelap narkoba dan koordinasi bersama berbagai stakeholder terkait.” Sedangkan penanganan kasusnya, ada di BNN Provinsi DIY.

Teguh, juga mengatakan kasus terakhir yang ditangani adalah penangkapan peredaran ganja yang dicampur dengan margarin di wilayah Kapanewon/ Kecamatan Turi, Sleman dan juga ada modus pengiriman paket narkoba dimana orang tersebut tidak merasa memesan barang tapi ada kiriman paket hal ini perlu kita antisipasi. Selain itu, ada juga penyuluh di lapangan yang menemukan peredaran pil koplo untuk barang tersebut mudah didapat karena harganya terjangkau atau murahlah.

” Harapan kita kepada generasi muda, mari kita sama -sama saling menjaga yang belum melakukan jangan coba – coba mengkonsumsi narkoba apapun jenisnya. Bagi yang sudah terlanjur jangan takut, jangan kawatir, segera melaporkan diri anda kepada petugas di Puskesmas, rumah sakit atau ke BNN Kabupaten Sleman nanti kita adakan treatmen dan rehabilitasi kita perbaiki agar kualitas hidupnya meningkat lebih bermanfaat. Mari kita sama – sama bekerja dan bekerja sama menjaga pertahanan diri, keluarga, jangan sampai menyalahgunakan narkoba karena akan merusak generasi bangsa kita,” pesannya.

Terakhir, Kombes Teguh juga memberitau bahwa menjeng Hari Raya Idul Fitri 1446 H, BNN Provinsi akan melakukan kegiatan test urin kepada para pengemudi Bus di terminal Jombor pada hari Rabu tanggal 26 Maret dan kami BNN Sleman juga melakukan test serupa di Terminal Condongcatur pukul 10 pagi. Kegiatan ini, kami lakukan untuk memberi rasa aman bagi pengguna moda transportasi antar Kota dalam Provinsi dan antar Provinsi,” tutupnya.(JN)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *