https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Festival Lampu Colok 2025 Meriah, Edi Sakura: Jaga Tradisi, Lestarikan Budaya

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

 

BENGKALIS – kompassindonesianews.com – Festival Lampu Colok 2025 kembali digelar dengan penuh semarak di Kabupaten Bengkalis. Tradisi khas masyarakat Melayu ini resmi dibuka oleh Wakil Bupati Bengkalis, H. Bagus Santoso, pada Rabu malam, 26 Maret 2025, di Jalan Bantan, Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis.

Acara pembukaan festival turut dihadiri oleh Kadis Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bengkalis, Edi Sakura, serta Wakapolres Bengkalis, Kompol Anton Rama Putra. Keduanya menyampaikan apresiasi atas semangat masyarakat dalam menjaga tradisi yang telah menjadi warisan budaya tak benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Dalam sambutannya, Edi Sakura menekankan bahwa Festival Lampu Colok memiliki nilai budaya yang mendalam dan harus terus diwariskan kepada generasi muda.

“Festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga bentuk edukasi agar generasi muda tetap mencintai dan melestarikan budaya lokal. Pemerintah Kabupaten Bengkalis akan terus mendukung agar tradisi ini berkembang dan menjadi daya tarik wisata,” ujar Edi Sakura.

Ia juga berharap festival ini dapat menarik lebih banyak wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah, sehingga berdampak positif bagi perekonomian masyarakat.

Sementara itu, Wakapolres Bengkalis, Kompol Anton Rama Putra, memastikan bahwa pihak kepolisian telah menyiapkan langkah-langkah pengamanan untuk menjaga ketertiban dan keselamatan selama festival berlangsung.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam menyalakan lampu colok agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kami juga telah menerjunkan personel untuk memastikan acara berjalan aman dan lancar,” tegasnya.

Sebanyak 27 peserta dari berbagai desa dan kecamatan di Kabupaten Bengkalis turut serta dalam festival tahun ini. Mereka menampilkan berbagai kreasi dan inovasi dalam pola serta bentuk lampu colok, menjadikannya semakin artistik dan menarik.

Festival ini diharapkan menjadi ikon budaya Bengkalis yang tidak hanya lestari, tetapi juga mampu menarik perhatian wisatawan hingga tingkat nasional.

“Mari kita bersama-sama menjaga tradisi ini agar terus berkembang dan semakin dikenal luas,” tutup Edi Sakura.

 

Penulis – Ardes

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *