https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Dusun Karya Bhakti Ukir Sejarah, Dua Kali Berturut Juara di Festival Lampu Colok Bengkalis

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

 

BENGKALIS –kompassindonesianews.com – Semangat budaya dan kebersamaan kembali membuahkan hasil membanggakan bagi Dusun Karya Bhakti, Desa Pangkalan Batang Barat, Kecamatan Bengkalis. Dalam Festival Budaya Lampu Colok 2025, dusun ini kembali dinobatkan sebagai Juara I, melanjutkan kesuksesan tahun sebelumnya dan mengukir sejarah sebagai pemenang dua kali berturut-turut.

Festival yang menjadi ikon budaya Ramadan di Kabupaten Bengkalis ini digelar rutin oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora). Ratusan warga dari berbagai desa berpartisipasi, menampilkan kreasi unik lampu colok dengan nuansa islami dan nilai kearifan lokal Melayu.

Para pemenang tahun 2025 adalah:

Juara I: Dusun Karya Bhakti, Desa Pangkalan Batang Barat.

Juara II: Dusun Penawar Laut, Desa Selatbaru, Kecamatan Bantan.

Juara III: Dusun I Parit Tukang, Desa Simpang Ayam, Kecamatan Bengkalis.

Kategori Harapan:

Harapan I: Dusun Kampung Parit, Desa Pangkalan Batang Barat.

Harapan II: Jalan Utama Dusun Sukajadi, Desa Pangkalan Batang.

Harapan III: Dusun II Makmur, Desa Simpang Ayam.

Kepala Disparpora Bengkalis, Edi Sakura, menyampaikan rasa bangga terhadap antusiasme masyarakat dan khususnya kepada Dusun Karya Bhakti yang konsisten menjaga semangat tradisi.

Dua kali berturut-turut menjadi juara tentu bukan hal mudah. Ini membuktikan kekompakan dan kreativitas masyarakat Dusun Karya Bhakti. Festival ini juga menjadi momentum kebersamaan dan promosi budaya yang tak ternilai,” ujar Edi Sakura.

 

Sementara itu, Pj Kepala Desa Pangkalan Batang Barat, Marvin Samudera, S.IP, turut mengapresiasi semangat gotong royong warga.

Kami sangat berterima kasih dan bangga atas dedikasi warga. Keberhasilan ini adalah hasil dari kerja tim yang solid dan semangat melestarikan budaya lokal. Semoga ini jadi inspirasi untuk terus berkembang,” kata Marvin.

 

Festival Lampu Colok bukan sekadar pertunjukan seni, namun juga menjadi media penguatan nilai-nilai religius dan sosial masyarakat Bengkalis. Di tengah cahaya lampu colok yang menyala di malam Ramadan, harapan dan kebanggaan akan warisan budaya terus hidup dan tumbuh.

Penulis: ARDES

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *