Kabupaten Sleman – Kompassindonesianews.com Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, kembali selenggarakan bedah buku yang berjudul ” The Butterfly Effect ” mengedepankan sayap kebaikan di setiap detak kehidupan kuatkan budaya lestarikan bagi masyarakat Turi dan sekitarnya. Bedah buku ini, dilaksanakan di rumah makan Bata Ngablak, Kapanewon/Kecamatan Turi, Sleman Rabu 4 Juni 2025.
Kebutuhan informasi bagi masyarakat pedesaan sangatlah dibutuhkan, berbagai sarana informasi terbuka masuk di kalangan ini.
Bedah buku di wilayah Kapanewon/Kecamatan Turi ini, merupakan upaya kita untuk meningkatkan budaya gemar membaca bagi masyarakat pedesaan.

” Acara bedah buku yang mengambil judul The Butterfly Effect ini, dibuka secara lansung oleh Sekretaris Dinas Perpustakan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Rahman Subadi dan sekaligus memberi sambutan.
Rahman, menyampaikan bahwa peserta dapat membaca, menelaah dan mendalami isi bukunya. Bedah buku yang berjudul The Butterfly Effect diharapkan dapat menjadi perubahan kecil yang bisa berdampak besar. Masyarakat, bisa menuju ke kebahagian hidup,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Pengelolaan Perpustakaan Kabupaten Sleman, Ch.Rini Puspitasari melaporkan jumlah peserta kurang lebih 58 persen laki – laki dan 42 persen wanita. Ia juga menerangkan peserta bedah buku hari ini, bermacam – macam ada dari ibu rumah tangga, wiraswasta, masyarakat umum dan mahasiswa. Adanya bedah buku ini diharapkan peserta mengikuti dengan seksama, meningkatkan wawasan ilmu pengetahuan yang dapat meningkatkan kemampuan gemar membaca bagi masyarakat.
Lanjutnya, acara bedah buku ini kami juga menghadirkan narasumber yaitu, Agus Riyanto dia seorang Politisi dan ibu Ida Nur Laila seorang penulis dan juga konselor,” jelasnya.
Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Kabupaten Sleman, Agus Riyanto menyampaikan bahwa perlu ada kemampuan membaca bagi kita semua yang diakhiri dengan kemampuan menulis.
Agus juga memaparkan untuk meningkatkan budaya membaca, masyarakat perlu adanya perpustakaan kekiling di 17 Kapanewon/Kecamatan yang akan di perjuangkan mobil keliling sehumlah Kapanewon/Kecamatan,” pintanya.
Lain halnya yang disampaikan oleh, Ida Nur Laila seorang penulis dan konselor. Ida menyampaikan kalau kita mengulas mengenai buku The Butterfly Effect, Allah akan membalas kebaikan setiap orang sebesar darahpun. Jangan lelah berbuat baik, perlunya silaturahmi akan membuka pintu keberkahan dan kebaikan.
Kesenangan berbeda dengan kebahagian kesenangan berasal dari luar, kebahagian berasal dari dalam. Kebahagian memiliki 3 kunci yaitu, kebahagian perlu kunci spiritual yang berasal dari Allah.
Kunci sosial ada pemberi bagi sesama manusia, kunci mental jadilah mental kuat bahagia akan terwujud,” imbunya.
Peserta mengikuti acara ini dengan penuh perhatian, banyak respon yang didapat dari penjelasan narasunber.
Pertanyaan demi pertanyaan yang disampaikan oleh peserta, acara ini begitu menarik dan bermanfaat oleh audience. Harapan peserta aca ini, dapat dilaksanakan secara menyeluruh dan berkelanjutan.(JN)















