https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Bupati dan Wakil Bupati Sleman, Pantau Pemotongan Hewan Kurban di Dua Titik

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

 

Kabupaten SlemanKompassindonesianews.com Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), meninjau lansung pelaksanaan pemotongan hewan kurban Hari Raya Idul Adha tahun 2025 pada Jumat 6 Juni 2025. Pemantauan ini, dilakukan di dua titik yaitu Sleman Barat dan Sleman Timur.

Bupati Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya dan Wakil Bupati Danang Maharsa memimpin secara lansung pemotongan hewan kurban. Sejumlah Kepala OPD dan jajaranya, turut mendampingi Bupati dan Wakil Bupati.

 

” Pemantauan pertama dimulai di lokasi Masjid Nurul Tauhid Kalurahan Sendangagung, Kapanewon/Kecamatan Minggir, Sleman. Dalam pelaksaan pemotongan hewan kurban, Bupati dan Wakil Bupati serta jajarannya menyaksikan lansung penyembelihan sapi yang merupakan bantuan Gubernur DIY.

Usai menyaksikan proses penyembelihan rombongan Bupati dan Wakil Bupati, melanjutkan pemantauan menuju lokasi kedua tepatnya di Masjid Az Zumar yang beralamat di Klumprit I, Wukirharjo, Prambanan, Sleman.

Diketahui lokasi kedua ini menjadi tempat penyembelihan sapi bantuan dari Presiden RI, Prabowo Subianto yang memiliki berat 840 kilogram

” Bupati Sleman, Harda Kiswaya mengatakan bahwa pemantauan ini dimaksudkan untuk memastikan pelaksanaan hewan kurban di wilayah Kabupaten Sleman berjalan lancar dan aman,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyebut pemantauan ini menjadi momen silaturahmi antara pemerintah dengan masyarakat.

Dari kegiatan ini, jajaran Pemkab Sleman bisa bersilaturahmi lansung dengan masyarakat dan menyaksikan pelaksanaan kurban. Sehingga dapat semakin mempererar, hubungan antara pemerintah dengan masyarakat,” tamba Harda.

Kemudian dalam kesempatan tersebut, Bupati Sleman berpesan kepada masyarakat untuk memperhatikan terkait limbah hewan yang sudah dipotong.

” Kami berharap masyarakat dapat memahami untuk bisa mengelola limbah hewan kurban dengan baik, salah satunya dengan cara ditimbun dan tidak di buang ke sungai,” pesannya.

Lanjutnya, upaya pengelolaan limbah hewan kurban ini dinilai penting agar limbah hewan tidak mencemari lingkungan yang dapat merugikan masyarakat itu sendiri,” tutupnya.(JN)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *