https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Tingkatkan Kewaspadaan Setelah Menemukan Satua Orang Positif Covid -19

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

YogyakartaKompassindonesianews.com Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap Covid -19 menyusul adanya satu orang dinyatakan positif Covid -19.

Sebelumnya pada tanggal 26 Mei 2025, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menemukan seorang yang suspek dan positif Covid -19. Pasien tersebut berinisial QSA usia (5) lima tahun, meski demikian warga yang mengidap Covid -19 ini sudah sembuh dan hanya mengalami gejala ringan seperti flu.

Sementara itu, terkait surat edaran waspada Covid -19 dari Kementerian Kesehatan RI, pemerintah Kota Yogyakarta menangapi dengan sejumlah langkah salah satunya rencana menyiapkan tempat tidur khusus pasien Covid -19 di fasilitas kesehatan.

Lalu sosialisasi juga akan dilakukan terkait gerakan 3 M plus, namun saat ini Pemkot Yogyakarta masih menunggu petunjuk dan arahan dari pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

” Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengatakan pada prinsipnya kalau ada perintah surat edaran dari Gubernur DIY, terkait kewaspadaan masalah Covid -19 kita akan menindaklanjuti untuk kesiapsiagaan kita menghadapi masalah Covid,” ujarnya Kamis 12 Juni 2025.

Ya kalau ada surat edaran kita akan mensikapi dengan membuat himbauan terhadap jajaran, masyarakat melalui mantri, Lurah, untuk kewaspadaan kalau di tingkat dua seperti Kota, Kabupaten sampai kebawah sifatnya harus detail kesiapsiagaan itu seperti apa.

Lanjutnya, kami tentu mengkaji untuk membuat yang lebih detail. Kewaspadaan itu seperti apa yang harus kita uraikan, karena kalau kita menerapkan seperti dulu physical distancing stay at home,” kita belum sampai disana.

” Saya sendiri sebagai dokter kewaspadaan tingkat awal, apabila ada yang dicurigai seperti demam, batuk, pilek, maka mereka harus segera di periksa. Sedangkan untuk yang kedua untuk periksa kita butuh PCR, kita harus menyiapkan segala sesuatunya yakni butuh kesiapan alat dan reagennya. Sehingga kita harus mengecek bagaimana kesiapan di Rumah Sakit, Puskesmas, apakah alat – alat PCR yang ada reagen ketersiap alatnya ketersiap yang harus kita lanjuti,” tutupnya.

” Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta, Ema Rahmi Aryani mengatakan bahwa Covid -19 kali ini tidak terlalu berdampak signifikan karena bukan pandemi.

Pihaknya berupaya untuk melakukan pengawasan dengan selalu siaga melakukan tracing, namun tidak secara khusus untuk kasus Covid -19. Tidak terus sekarang ada tata laksana ( protokol kesehatan) seperti dulu, karena bukan pandemi lagi,” ujar Ema.

Ia menyampaikan bahwa sebanyak 99 persen warga Kota Yogyakarta, telah mendapatkan vaksinasi dan sisanya merupakan warga dengan comorbid. Sebelumnya Dinkes Kota Yogyakarta, mendeteksi adanya (1) satu orang terpapar Covid -19 di Kamantren Danurejan. Ia menyampaikan orang yang terpapar tersebut bukan warga Kota Yogyakarta, dia domisili di Kabupaten Sleman tapi anggota peserta BPJS di Danurejan Kota Yogyakarta sehingga periksanya di situ.

Kadis juga menyampaikan telah berkoordinasi dengan Dinkes Kabupaten Sleman, untuk melakukan tracing kepada keluarga orang terpapar tersebut.

Ia menyebut, keluarga korban terpapar Covid -19 itu dinyatakan negatif Covid -19 sementara untuk warga terpapar Covid -19 tersebut saat ini sudah sembuh,” pungkasnya.(JN)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *