https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Monumen Jogja Kembali Memperingati Milad ke-104 Soeharto dan Kembalinya Yogyakarta Sebagai ibu Kota RI

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten Sleman Kompassindonesianews.com Monumen Jogja Kembali atau yang lebih dikenal dengan sebutan (Monjali) mengelar berbagai rangkaian acara peringatan peristiwa Jogja Kembali, sekaligus peringatan milad Jenderal Soeharto yang ke -104 tahun. Acara tersebut, dilaksanakan pada hari Selasa 17 Juni 2025 bertempat di Monumen Jogja Kembali.

Kegiatan ini merupakan acara tahunan memperingati kembalinya Yogyakarta sebagai ibu Kota Republik Indonesia, setelah ditariknya tentara Belanda pada tanggal 29 Juni 1949.

Kepala Monumen Jogja Kembali (Monjali), Yudi Pranowo mengatakan dalam kegiatan ini ada berbagai rangkaian acara meliputi pementasan teater dengan judul ” Tandu Ajaib “, sarasehan mengenai peristiwa Jogja Kembali serta pameran tunggal karya pelukis Hartono.

Melalui berbagai acara tersebut menjadi suatu rangkaian yang memiliki makna nasionalisme dan seni budaya, pada bulan ini bertepatan juga dengan lahirnya Jenderal Soeharto dan kami juga memamerkan buku dalam rangka milad Jenderal Soeharto yang ke 104 tahun,” tambah Yudi.

Lanjutnya, melalui peringatan peristiwa Jogja Kembali diharapkan memberikan inspirasi bagi masyarakat luas, terutama untuk mempertebal rasa nasionalisme dan apresiasi terhadap perjuangan dan karya seni,” tutup Yudi.

” Sementara itu, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Suparmono sangat mengapresiasi Yayasan Monumen Jogja Kembali yang telah bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Sleman atas terselenggaranya seminar pertunjukan teater pameran buku dan pameran tunggal Bapak Hartono untuk memperingati peristiwa Jogja Kembali,” ujarnya saat menyampaikan sambuta Bupati Kabupaten Sleman.

Suparmono, menuturkan peristiwa Jogja Kembali merupakan peristiwa sejarah ditariknya tentara Belanda dari Ibu Kota Yogyakarta.

Peristiwa Jogja Kembali sebagai peristiwa penting yang menandakan kembali berjalannya pemerintah di Ibu Kota Yogyakarta, dan Indonesia telah sepenuhnya berhasil mempertahankan kemerdekaan dari tangan Belanda.

Dalam semangat itu pula, hari ini diadakan berbagai kegiatan yang tidak hanya memperkaya wawasan sejarah tetapi juga memperkuat akar budaya bangsa.

Kegiatan ini, menjadi sebuah media komunikasi antara pelaku seni dan penikmat seni bahkan menjadi ruang efektif serta intelektual untuk menelaah kembali perjuangan bagi generasi muda,” tutur Suparmono.

Ia menambahkan kegiatan ini juga menjadi media edukasi sekaligus apresiasi terhadap ekspresi dan dokumentasi sejarah dalam berbagai bentuk, saya berharap selain menggairahkan animo pemerhati seni juga dapat memperkenalkan Monjali menjadi lebih dekat pada masyarakat,” pungkasnya.(JN)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *