https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Budi Ngopi” Kemenag Batam: Menguatkan Ukhuwah, Menyatukan Gagasan Bersama Media

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

 

Batamkompasindonesia.news.comDalam upaya membangun komunikasi yang lebih terbuka dan sinergis antara pemerintah dan media, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam menggelar acara bertajuk “Budi Ngopi” — singkatan dari Bangun Ukhuwah dalam Inspirasi: Ngopi Bareng Awak Media & Pers — pada Kamis (20/6) pagi, bertempat di salah satu kedai kopi ikonik di pusat kota Batam.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum strategis untuk menyamakan visi antara insan pers dan lembaga keagamaan dalam menyuarakan nilai-nilai moderasi, pelayanan publik yang berakhlak, serta peran penting media dalam mencerdaskan masyarakat.

Media dan Pemerintah Satu Meja: Ukhuwah Bukan Hanya Wacana

Kepala Kantor Kemenag Kota Batam, H. Budi Dermawan, S.Ag., M.Sy, menjadi inisiator sekaligus tuan rumah dalam kegiatan yang dikemas santai namun sarat makna ini. Dalam ilustrasi spanduk kegiatan, ia digambarkan dengan karikatur ramah, dikelilingi mikrofon dari berbagai media — simbol kuat keterbukaan, kesiapan untuk berdialog, dan semangat kolaborasi.

Dalam sambutannya, Budi Dermawan menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang sejajar dan saling menghargai antara pemerintah dan media.

> “Media adalah malaikat dalam kehidupan kami. Kritik dan masukan dari rekan-rekan jurnalis sangat kami butuhkan untuk terus menyesuaikan arah pelayanan agar tetap dalam koridor kebenaran dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa fungsi Kemenag bukan hanya administratif, tetapi juga melayani, membina, dan mengayomi umat lintas agama, serta mengawasi agar tidak ada ajaran keagamaan yang menyimpang.

Inspirasi dari Ruang Ngopi: Di Balik Sajian Teh dan Kudapan Lokal

Kegiatan ini menghadirkan jurnalis dari berbagai media, baik cetak, daring, elektronik, hingga tokoh-tokoh perempuan di bidang komunikasi dan keagamaan. Mereka duduk bersama tanpa sekat formal, berdiskusi santai seputar dinamika keagamaan, informasi publik, serta peran media dalam menciptakan atmosfer Batam yang damai dan kondusif.

Suasana penuh keakraban tercipta melalui dialog ringan, canda tawa, hingga curahan ide-ide segar. Sajian teh hangat dan kudapan lokal turut memperkuat nuansa kekeluargaan dalam ruang yang menjadi simbol kolaborasi — bahwa sinergi bisa dimulai dari secangkir minuman hangat.

Acara ini juga menyentuh isu aktual, seperti penguatan program Madani dan Pusaka, dua pilar strategis yang sedang dikembangkan Kemenag Batam sebagai wujud penguatan nilai-nilai keagamaan moderat, inklusif, serta pelayanan berbasis etika dan spiritualitas.

Media Lokal, Mitra Strategis Literasi Keagamaan

Kemenag Batam menyadari bahwa media bukan hanya penyalur berita, tetapi juga mitra strategis dalam membentuk opini publik yang sehat dan edukatif. Oleh karena itu, Kemenag berkomitmen untuk menjalin komunikasi dua arah yang aktif dengan para jurnalis, agar pesan-pesan keagamaan dan program pelayanan publik dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara inklusif dan bermartabat.

“Berita-berita keagamaan di Batam sangat penting untuk kami disampaikan secara akurat dan menyeluruh. Maka dari itu, kami membuka ruang kepada semua media, baik lokal maupun nasional, untuk bersinergi membangun narasi publik yang positif,” imbuh Budi.

Ia bahkan menyampaikan ide segar: media juga dapat berwakaf melalui informasi dan tulisan-tulisan yang bermanfaat, menandakan bahwa setiap jurnalis memiliki potensi beramal jariah melalui profesinya.

Konsistensi dalam Keterbukaan Informasi

Sebagai bentuk dukungan terhadap keterbukaan informasi, Kemenag Batam terus mengoptimalkan kanal-kanal komunikasi resminya, seperti:

Instagram: @kemenagkotabatam

Website: batam.kemenag.go.id

Layanan WhatsApp Center: 0822-8000-1114

Kegiatan “Budi Ngopi” ini pun diharapkan dapat menjadi agenda rutin Kemenag Batam, sebagai ruang konsolidasi ide, penyerapan aspirasi publik, serta penguatan relasi kelembagaan yang sehat dan transparan dengan media.

Penutup: Ukhuwah yang Dihidupkan, Bukan Sekadar Diserukan

Acara “Budi Ngopi” membuktikan bahwa sinergi antara lembaga negara dan media bukan hanya slogan — tetapi realitas yang bisa dibangun, diperkuat, dan dijaga. Dengan mengedepankan komunikasi yang terbuka, dialogis, dan penuh rasa saling menghormati, Kemenag Batam menegaskan bahwa ukhuwah bukan hanya bagian dari lisan, tetapi juga bagian dari kebijakan dan tindakan nyata. (Nursalim Turatea).

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *