Kabupaten Sleman – Kompassindonesianews.com Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esty Wijayati mengatakan karena ini masih program baru ya kendala itu kan pasti ada.Tetapi kan kita juga mencoba untuk memberikan alternatif – alternatif bagaiman membantu pemerintah supaya program itu berjalan dengan baik, karena apapun tujuan Makan Bergizi Gratis (MBG) ini kan sebenarnya baik.
Hannya mungkin masih kendala di lapangannya sangat banyak, mungkin kesulitan untuk bisa menentukan titik – titinya dan juga peralatannya,” kata My Esty Wijayati saat ditanya awak media tentang Makan Bergizi Gratis (MBG) disaat menghadiri acara Seminar Wanita Kesehatan yang diselenggarakan oleh Kawal Indonesia bertempat di Pendopo rumah Dinas Bupati Sleman Sabtu 21 Juni 2025.

Lanjunya menambahkan, lalu untuk peralatannya kemudian SDM dan yang lainnya,” tuturnya. Jadi pada intinya kita mendukung program – program MBG, tetapi kita mencoba mencari alternatif apakah kemudian sistem yang mungkin sedang kami coba di internal PDI Perjuangan dengan memberi uang untuk diberikan kepada orang tua murid Rp.10 ribu per hari itu nantik kita mencoba beberapa sekolah nanti kita bandingkan hasilnya baik yang mana.
Kalau 10 ribu diberikan kepada orang tua mungkin yang semula makannya tanpa lauk jadi bisa dengan lauk, sehingga bisa diajukan yang harus wajib dibawa ke sekolah dengan makanan bergizi,” jelasnya.
Hal ini juga akan jadi bahan diskusi mendalam di Komisi X, bahkan secara internal PDI Perjuangan pada tanggal 30 Juni 2025 ini juga akan melakukan seminar nasional untuk bisa menganti lebih jauh.
” My Esti juga menjelaskan kami di NTT akan mencoba memberikan 10 ribu di beberapa sekolah dari duit pribadi bukan duit negara, kalau kami mencoba itu duit pribadi. Dan kita sedang melihat apakah memungkinkan pemerintah Daerah yang terkoneksi dengan PDI Perjuangan, itu mau mengadakan dari APBD nya anggaran yang seperti itu walaupun tidak banyak.
Misalnya, di coba dulu (2) dua sekolah dua sekolah kira – kira hannya Rp.50. juta kok perbulan. Kalau itu di coba selama (3) tiga bulan kan berarti hanya Rp.150 juta kita lihat hasilnya, hasilnya seperti apa kalau bagus itu ya sebaiknya malah pake aja itu dengan kontrol yang baik.
Dari pada bangun dapur – dapur dengan peralatan yang mahal investasi yang tinggi, kalau ini akan bergulir di wilayah masing – masing,” tutup My Esty Wijayati.(JN)















