Kompassindonesianews.com Jakarta, 25.Oktober, 2025
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyambut Presiden Republik Afrika Selatan Cyril Ramaphosa di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (22/10/2025).
Kedua kepala negara kemudian menuju Istana Merdeka untuk mengikuti upacara penyambutan resmi dan pertemuan bilateral.
Upacara Kenegaraan dan Pertemuan Bilateral
Presiden Cyril Ramaphosa tiba di Indonesia sebagai bagian dari kunjungan kenegaraan ke kawasan Asia Tenggara.
Pukul 09.00 WIB / 04.00 SAST, upacara kenegaraan digelar di halaman Istana Merdeka dan dilanjutkan dengan pertemuan empat mata antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Ramaphosa.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya memperkuat solidaritas antarnegara berkembang.
“Indonesia dan Afrika Selatan memiliki sejarah perjuangan yang sama melawan ketidakadilan global. Kini, kita perkuat kerja sama ekonomi, pertahanan, dan energi bersih untuk masa depan yang berdaulat,” ujar Presiden Prabowo (10.15 WIB / 05.15 SAST).
Enam Sektor Kerja Sama Strategis
1. Pertahanan
Aktivasi kembali pakta pertahanan bilateral 2017, kolaborasi antara PT Pindad dan Denel SOC Ltd, serta pelatihan militer bersama.
2. Perdagangan & Investasi
Pembentukan Joint Trade and Investment Council (JTIC) dan percepatan Preferential Trade Agreement (PTA) dengan target perdagangan sebesar US$5 miliar dalam tiga tahun.
3. Energi & Transisi Hijau
Kerja sama Pertamina NRE dan Sasol Energy dalam proyek hidrogen hijau, biofuel, dan carbon capture.
4. Pertanian & Ketahanan Pangan
Indonesia menawarkan teknologi sawit dan beras tropis, sementara Afrika Selatan membuka akses ekspor daging sapi halal dan buah subtropis.
5. Pendidikan & Kebudayaan
Penguatan program beasiswa KNB, pertukaran film, dan peluncuran Indonesia–Africa Cultural Bridge 2026.
6. Diplomasi Multilateral
Koordinasi di forum BRICS Plus dan G-77, serta dukungan terhadap reformasi lembaga keuangan internasional agar lebih berpihak kepada negara berkembang.
Makna Strategis bagi Kedua Negara
Hubungan diplomatik Indonesia–Afrika Selatan telah terjalin sejak 1994, pasca berakhirnya sistem apartheid.
Kini, dengan Indonesia menjadi anggota baru BRICS Plus dan Afrika Selatan sebagai salah satu pendirinya, kerja sama kedua negara memperkuat posisi Global South di kancah internasional.
“Kita membuka babak baru hubungan strategis Selatan–Selatan, berbasis kesetaraan dan kemajuan rakyat,” ujar Presiden Ramaphosa (11.00 WIB / 06.00 SAST) dalam konferensi pers bersama di Jakarta.
Jamuan kenegaraan
Kunjungan ditutup dengan jamuan makan malam kenegaraan di Istana Negara pada pukul 19.30 WIB / 14.30 SAST.
Acara menampilkan perpaduan seni budaya Indonesia dan musik Cape Jazz sebagai simbol persahabatan dua bangsa.
( KOMARUDIN )
Sumber Resmi:
Sekretariat Kabinet RI | Kementerian Luar Negeri RI | The Presidency of South Africa | Dirco.gov.za | Antara | Setkab.go.id














