https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Waka Polres Lahat Kompol Liswan Nurhapis: Pentingnya Kesadaran Masyarakat di Era Digital

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

LahatKompassIndonesiaNews
Polres Lahat melaksanakan kegiatan Zoom Meeting dalam rangka penyuluhan dan pencegahan paham terorisme serta radikalisme, pada Rabu (12/11). Kegiatan ini digelar sebagai bentuk upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya ideologi kekerasan yang kini dapat menyebar dengan cepat melalui media sosial dan platform daring.

Penyuluhan tersebut dihadiri oleh Waka Polres Lahat Kompol Liswan Nurhapis didampingi Kasat Binmas AKP Hery Jon Fazri serta menghadirkan narasumber dari Divisi Binmas Mabes Polri, tokoh agama, dan akademisi yang berkompeten di bidang deradikalisasi.

Peserta Zoom Meeting terdiri dari berbagai unsur masyarakat seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, Dinas Pendidikan, Bhabinkamtibmas, Babinsa Kodim 0405 Lahat, mahasiswa dan perwakilan pelajar.

Dalam kegiatan tersebut, para narasumber memberikan pemaparan tentang definisi, bentuk, dan faktor penyebab munculnya paham radikal di tengah masyarakat. Mereka juga menekankan bahwa terorisme bukan hanya menimbulkan korban secara fisik, tetapi juga dapat mengancam stabilitas nasional, perdamaian sosial, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Selain memberikan pemahaman tentang pencegahan, peserta juga dibekali dengan strategi penanganan dini terhadap indikasi radikalisme di lingkungan masing-masing. Materi mencakup langkah-langkah seperti meningkatkan komunikasi di lingkungan keluarga, menumbuhkan toleransi antarumat beragama, serta melaporkan aktivitas mencurigakan kepada aparat berwenang.

Kompol Liswan Nurhapis dalam arahannya menyampaikan bahwa pencegahan terorisme dan radikalisme membutuhkan kolaborasi dari semua pihak, bukan hanya aparat kepolisian.

“Masyarakat harus menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dini potensi radikalisme. Sinergi antara pemerintah, aparat, tokoh masyarakat dan generasi muda sangat dibutuhkan untuk menjaga keutuhan NKRI,” ujarnya.

Kegiatan penyuluhan daring ini berlangsung interaktif. Para peserta diberikan kesempatan berdialog langsung dengan narasumber mengenai isu-isu aktual, termasuk cara menangkal penyebaran paham ekstremisme di dunia maya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin waspada dan berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan bebas dari pengaruh radikalisme serta terorisme. Upaya ini sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Penulis : Akril Achmad
Editor : Jem’s

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *