KABUPATEN BANTUL – Kompassindonesianews.com Pameran Sketsa Nampak Tilas 100 tahun pelukis, Tino Sidin sebagai hasil kolaborasi antara Museum Taman Tino Sidin bekerjasama dengan Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, TVRI Yogyakarta, Jogja National Museum, Museum Pusat Dirgantara Mandala (Muspusdirla) TNI AU Yogyakarta, dan Museum Dewantara Kirti Griya.
Hal tersebut di sampaikan oleh, Panca Takariyati atau yang lebih dikenal dengan sapaan akrabnya Titik Tino Sidin, selaku Kepala Museum Taman Tino Sidin mengatakan pameran ini merupakan salah satu upaya kami di Museum Taman Tino Sidin untuk memperkenalkan kembali sosok Pak Tino melalui cara yang menarik dan dekat dengan karya beliau yaitu Sketsa,” katanya Selasa 25 November 2025.

Ia menyebut, Pak Tino Sidin dikenal memiliki kemampuan Sketsa yang sangat kuat sehingga kami mengajak peserta untuk membuat Sketsa di tempat – tempat bersejarah yang menjadi bagian dari perjalanan hidup dan proses kreatif beliau,” jelasnya.
” Kami mensketsa berbagai lokasi yang memiliki hubungan langsung dengan, Pak Tino yakni di TVRI tempat beliau dulu berkarya dan dikenal oleh masyarakat luas, Kampus ASRI tempat Pak Tino menempuh pendidikan seni, Senisono, dimana beliau pernah mengajar anak – anak melukis.
Lalu di Sanggar Seniman Indonesia Muda (SIM), tempat beliau dan teman – temannya belajar menggambar bersama S.Soedjojono, Jogja Gallery yang dulu merupakan area aktivitas seni, Taman Siswa, karena Pak Tino pernah mondok dan berproses di lingkungan tersebut. Dan Ngoto yang kami pilih sebagai salah satu titik penting karena, Pak Tino terlibat sebagai penolong korban jatuhnya pesawat yang menewaskan Adisucipto, Adisumarmo, dan Abdurrahman Saleh. Pak Tino bersama teman – teman pandu, ikut membantu membawa para korban ke rumah sakit,” tambahnya.
Lebih lanjut, Panca menambahkan dalam pameran ini sebanyak 31 karya utama di pamerkan di tambah karya yang di pasang di sisi ruang pameran. Totalnya kurang lebih 50 sampai 60 an lukisan karya, karena seluruh karya dari perwakilan peserta kami tampilkan.
Pesertanya berasal dari open call, sehingga siapa pun boleh ikut. Panca juga menjelaskan mayoritas yang mrndaftar berasal dari Komunitas Titik 0, SMSR, Mahasiswa dari Jogja, Solo, dan Jakarta.
” Harapan kami rangkaian kegiatan mengayubagyo Pak Tino Sidin, sekaligus dalam rangka peringatan 100 tahun kelahiran beliau ini dapat kembali menghadirkan sosok Pak Tino ke tengah masyarakat.
Kami ingin generasi sekarang mengenal bahwa dahulu ada seorang tokoh bernama Pak Tino Sidin, yang dengan kesederhanaannya mengajak masyarakat untuk berkesenian melalui tayangan mengambar di televisi,” tutup Panca.(Joni)















